Orang Yang Percaya Kepada TUHAN Akan Melihat Kebaikan TUHAN Melalui Kejadian-Kejadian Yang TUHAN Ijinkan Terjadi. Jangan Pernah Menilai TUHAN Hanya Melalui Sepotong Kejadian, Tetapi Percayalah Bahwa DIA Selalu Bekerja Untuk Kebaikan Kita Melalui Banyak Perkara
Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

PENGHARAPAN PASTI DI DALAM TUHAN


“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan.” 
Roma 8:24a


Semua orang pasti memiliki banyak keinginan dan juga harapan dalam hidupnya. Tak seorang pun mau menjalani hari-hari tanpa ada harapan yang hendak dicapai. Jika tanpa pengharapan orang akan menjalani hidupnya asal-asalan, monoton dan tanpa semangat.

Siapakah di antara kita yang tidak ingin menjadi orang yang sukses, mapan dan bermasa depan cerah? ltulah sebabnya kita mulai merancang/merencana kan segala sesuatunya sejak dini, agar apa yang kita harapkan menjadi kenyataan. Sebagai orangtua kita pasti memiliki pengharapan yang besar terhadap anak-anak kita: sukses dalam studi dan juga karir. Begitu juga bagi si lajang, ia memiliki harapan-harapan dalam hidupnya: pekerjaan yang mapan, punya rumah dan mobil, serta memiliki pasangan hidup sesuai yang diinginkan. Itu adalah gambaran pengharapan semua orang selama hidup di dunia ini, padahal kita tahu bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara (tidak kekal).

Maka dari itu adalah bijak bagi kita sebagai orang percaya untuk tidak menggantungkan pengharapan kepada hal-hal yang kelihatan, karena tidak ada satu hal pun yang bisa kita harapkan dan andalkan di dunia ini, “. . .sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” (ayat 24b-25). Lalu kepada siapa kita menaruh pengharapan itu? Hanya satu saja yang bisa menjadi pengharapan kita yaitu pengharapan di dalam Yesus Kristus. Dia berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10: 10b). Jadi, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yohanes 15:7).

Bila kita berharap kepada Yesus pengharapan itu tidak pernah mengecewakan (baca Roma 5:5), karena Dia tak pernah lalai menepati janjiNya! Dan saat kita menaruh pengaharapan kita padaNya kita beroleh kekuatan dan semakin kokoh meski berada di tengah badai pencobaan, karena pengharapan itu seperti sauh yang kuat (baca Ibrani 6:19).

Jangan pernah sedikit pun melepaskan pengharapan kita kepada Tuhan, karena ada kemuliaan yang Ia sediakan (baca Efesus 1:18).

Sumber: renungan harian kita. blogspot.com
READ MORE - PENGHARAPAN PASTI DI DALAM TUHAN


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

TELAGA HATI


Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya", ujar pak tua.

"Pahit, pahit sekali", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping. Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingandan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya.

"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,"Bagaimana rasanya ?"

"Segar", sahut si pemuda.

"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua.

"Tidak," sahut pemuda itu.

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:"Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki?

Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.
Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan; lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan: "Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.? Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian."
Sumber: sumber kristen.com
READ MORE - TELAGA HATI


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Kenapa Pemain Professional Tetap Perlu Pelatih?





Semua pemain profesional memiliki pelatih. 
Contohnya, pemain golf sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih. 
Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding 
jelas Tiger Woods-lah yang akan 
memenangkan pertandingan tersebut.



Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tiger Woods butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Tiger Woods butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan BLIND SPOT atau TITIK BUTA. Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT tersebut dengan bantuan orang lain. Dalam hidup, kita butuh pemimpin untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser. Kita butuh orang lain menasihati, mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadari. KERENDAHAN HATI kita untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita. Kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri...
SHARED BY
Al.Kira
http://allahkita-luarbiasa.blogspot.com/
READ MORE - Kenapa Pemain Professional Tetap Perlu Pelatih?


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

BELAJAR DARI SI BODOH

       Orang berkata, 
kita harus bersedia belajar seumur hidup kita.
"From womb to tomb," kata orang Inggris. 
Maksudnya, 
terus belajar tanpa henti, 
sampai ke mana saja. 
"Bahkan sampai ke negeri Cina," 
kata sebuah ayat suci.




Dan sekarang saya mau menambahi lagi. Yaitu, betapa kita harus bersedia belajar dari siapa saja. Bersedia belajar dari yang pintar, tapi juga bersedia belajar dari yang pandir. Melalui sapaan Sabda kali ini, saya ingin mengajak kita semua belajar dari si Bodoh.

Tapi jangan salah sangka. Yang saya sebut si Bodoh ini, samasekali tidak "bodoh" menurut ukuran kita. Menurut penuturan Lukas, tokoh kita ini amat sukses dan kaya luar biasa. Juga cepat, tepat, dan sigap memecahkan masalah.

Satu-satunya yang membuat ia pening tujuh keliling adalah, "Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku" (12:17).

Toh tidak berarti ia cuma bisa bingung tak keruan. "Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan segala gandum dan barang-barangku" (12:18). Persoalan pun selesai. Tuntas tas.

Jadi, siapa yang telah begitu bodoh mengatakan "si Hebat" ini "bodoh"? Ternyata tidak lain adalah Tuhan sendiri! Tulis Lukas selanjutnya, "Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?" (12:20). Pertanyaannya, mengapa Tuhan menyebut orang itu bodoh?

Pasti bukan karena ia kaya. Kekayaan an sich, paling sedikit, adalah sesuatu yang netral. Tidak baik dan tidak jahat pada dirinya. Bahkan bisa amat positif. Kekayaan itu baik atau jahat, ditentukan oleh tiga hal yakni bagaimana cara ia peroleh: halal atau haram; apa dampaknya bagi si pemilik: menjadi pelayan atau menjadi tuan; dan untuk apa ia dimanfaatkan: untuk kebaikan dan untuk kejahatan.

Paling sedikit ada tiga hal yang menyebabkan Tuhan menyebut "si pintar" itu "bodoh." Tiga hal penting di mana kita perlu belajar dari si Bodoh.

Pertama, orang itu disebut bodoh, karena telah mencampur-adukkan "alat" dan "tujuan." Yang semestinya "cuma" alat, eee, ia jadikan sebagai tujuan. Gerbong dijadikan lokomotif. Gerobak disuruh menarik kuda. Ya kacau balau, tentu saja.

Hidup jadi tanpa pegangan dan orientasi yang pasti. Aturan main tak ada lagi, sebab yang ada Cuma aturan yang dipermainkan. Dan tolong Anda sadari, itulah salah satu ciri khas kehidupan manusia modern masa kini. Saya tidak mengatakan alat itu tidak penting. Siapa berani mengatakan bahwa sandang, pangan, papan, kedudukan itu tidak penting? O, penting sekali!

Tapi, ingat, semua itu penting sebagai alat. Makan, adalah "alat" agar kita hidup sehat. Pakaian, adalah "alat" supaya tubuh kita terlindung dari sengatan cuaca. Dan kekayaan, adalah "alat" agar kita bisa mencukupi kebutuhan hidup kita.

Tokoh kita disebut bodoh, sebab ia begitu yakin bahwa dengan panen yang sukses dan dengan memperbesar lumbung, seluruh tujuan hidupnya telah tercapai.

Ia sudah boleh menepuk dada sambil berkata, "Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!" (12:29). Itu BODOH!, kata Yesus.

Kedua, orang itu disebut bodoh, karena dalam serba rasa berpuas diri, ia telah mengabaikan realitas saling ketergantungannya dengan sesama. Ia merasa "self-sufficient." Artinya, merasa cukup dengan dirinya sendiri.

Dalam monolognya, saya hitung, ia mengucapkan 62 kata. Di antara 62 kata itu, tidak kurang dari 14 --20 persen!-- adalah kata "aku" atau "ku."
Begitu asyik ia dengan si "aku"nya, mana sempat dan mana ada tempat lagi baginya untuk mempedulikan orang lain. Yang merisaukan hatinya adalah karena ia punya terlampau banyak. Bagaimana mungkin ia menyatukan hati dengan mereka yang tak punya apa-apa.

Martin Luther King Jr, dalam bukunya Strenght to Love, mengilustrasikan betapa seluruh umat manusia telah terjerat satu sama lain dalam satu jaringan saling ketergantungan. Setiap pagi sebelum melangkahkan kaki ke kantor, tulisnya, masyarakat Amerika telah berutang kepada separo bumi ini.

Spons yang ia pakai untuk menggosok tubuhnya, berasal dari Pasifik. Sabun mandinya buatan Prancis. Kopi yang ia hirup didatangkan dari Brasil, teh dari Srilanka, coklat dari Afrika. Handuknya eks impor dari Taiwan atau Korea. Dan seterusnya.

Benar sekali, bukan, bahwa setiap butir nasi yang masuk ke mulut kita adalah wujud ketergantungan kita kepada suatu mata rantai saling membutuhkan antar manusia yang amat panjang?

Sebab itu, jadi manusia "jangan sombong." Ojo du-meh. Seolah-olah kita bisa mencukupi diri sendiri tanpa peduli kepada orang lain. Tapi juga "jangan minder," merasa diri tak bisa menyumbang apa-apa dan tak punya makna apa-apa. Orang yang berpikir begitu, kata Yesus, ia bodoh!

Ketiga mengapa tokoh kita disebut "bodoh," adalah karena ia mengabaikan Tuhan. Dari 62 kata yang ia ucapkan, tak sekali pun ia menyebut kata "Allah" atau kata "Tuhan." Yang saya permasalahkan, tentu saja, bukanlah berapa kali orang mengucapkan kata-kata itu. Saya juga tidak mengatakan, bahwa orang tersebut tidak percaya kepada Tuhan.

Malah, kemungkinan besar, karena kekayaannya itu, ia juga merangkap sebagai tokoh agama. Yang perlu kita permasalahkan ialah, ketika dalam hidup seseorang Tuhan tidak lagi punya makna apa-apa dalam kehidupan nyata. Bila orang, walau mungkin tak mengucapkannya, bersikap bahwa Tuhan ada atau tidak ada itu tidak penting. Sebab yang akhirnya penting dan menentukan, menurutnya, bukanlah Tuhan, melainkan otak dan tangan manusia sendiri.

Artinya, merumuskan masalah dengan tepat, dan melakukan tindakan antisipatif secara cepat. Memperbesar lumbung-lumbung kita. Dan setelah itu, kata orang itu, yakinlah, Anda akan bisa berkata, "Hai jiwaku, beristirahatlah, makanlah, minumlah, dan bersenang-senanglah."

Sungguh gagah dan meyakinkan, bukan? Ya. Tapi bodoh! Karena apa yang bisa dilakukan manusia, bila Allah datang kepadanya dan berkata, "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?"

Ini benar-benar merupakan peringatan telak bagi kita semua. Khususnya bagi mereka yang merasa aman, walau buron, lantaran di gudangnya bertumpuk-tumpuk emas lantakan, di bank, bertriliun-triliun uang hasil rampokannya, dan di rumah-rumah kontrakan berpeti-peti senjata api otomatis.

Mereka mungkin kuat, tapi bodoh! Begitu pula semua yang memperlakukan alat seolah-olah tujuan, yang mengabaikan kebutuhan dan hak-hak sesama, dan yang tidak mempedulikan penghakiman Tuhan. Mahkamah Agung bisa meloloskan Anda.

Hati nurani Anda yang telah mati barangkali tak lagi menuduh Anda. Tapi, percayalah, kebenaran Tuhan akan terus mengejar Anda sampai ke akhirat pun. Jangan Bodoh!
Sumber: Sumber kristen.com
READ MORE - BELAJAR DARI SI BODOH


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

AKU BERSYUKUR


Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel di rumah,
... berarti aku masih punya keluarga yang utuh

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore,
... sebab itu berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah,
... karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman.


Pakaianku terasa agak sempit,
... karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang.

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju,
... sebab itu berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela, memperbaiki talang dan got,
... karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

Duduk kembali di kantor,
... berarti masih ada perusahaan yang mau memperkerjakan aku bahkan perusahaan masih mampu membayar gaji setiap bulannya.

Mendengar nyanyian suara yang fals,
... karena itu berarti aku bisa mendengar.

Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari,
... sebab itu berarti aku hidup.

Akhirnya...

aku perlu bersyukur mendapatkan tulisan ini,
... karena tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.

Ohh ... indahnya .... (Anonim)
READ MORE - AKU BERSYUKUR


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

KENAPA TUHAN MEMBERIKAN KEPADA KITA MASALAH?

Masalah-masalah yang Anda hadapi bisa membuat Anda jatuh atau bertumbuh, tergantung dengan bagaimana caranya Anda menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untuk bertindak dengan bodoh dan membenci masalah-masalah yang mereka hadapi, daripada berdiam diri untuk merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapati dari masalah-masalah tersebut.

Ada lima cara yang Tuhan menggunakan masalah-masalah di dalam kehidupan Anda:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN Anda.
Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah Anda untuk membuat Anda tetap bergerak. Sering kali masalah yang Anda hadapi akan mengarahkan Anda ke arah yang baru dan memberikan Anda motivasi untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba menarik perhatian anda?

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI Anda.
Manusia bagaikan teh celup ... jika Anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Pernakah Tuhan menguji kesetiaan Anda dengan masalah? Apakah yang didapati oleh masalah-masalah itu tentang Anda? "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:2-3).

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI Anda.
Ada pelajaran-pelajaran yang Anda pelajari hanya melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu Anda masih kecil orang tua Anda mengajar Anda untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin Anda belajar justru karena setelah Anda terbakar. Kadang-kadang Anda baru bisa menghargai sesuatu ... kesehatan, uang, hubungan ..., saat Anda sudah kehilangannya. "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." (Mazmur 119:71).
4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI Anda.
Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut mencegah Anda dari bahaya. Tahun lalu ada satu teman saya yang dihentikan dari pekerjaannya karena dia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis oleh bossnya. Pengangguran itu merupakan suatu masalah bagi dia, tetapi justru itulah yang menghindarkan dia ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara setahun kemudian ketika kelakuan manajemen yang tidak etis itu akhirnya terbongkar. "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan..." (Kejadian 50:20).

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN Anda.
Jika Anda menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk Anda. Tuhan lebih memperhatikan karakter Anda daripada kenyamanan Anda. Hanya hubungan anda dengan Tuhan dan karakter anda yang akan dibawa dengan anda sampai kekal. Anda malah bermegah dalam kesengsaraan Anda, karena Anda tahu, bahwa ... kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. (Roma 5:3-4).
Sumber: sumberkristen. com
READ MORE - KENAPA TUHAN MEMBERIKAN KEPADA KITA MASALAH?


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

MILIKI KESABARAN



ORANG yang memiliki kesabaran, tidak mudah putus asa. Kenapa? Karena ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sekalipun didera masalah bertubi-tubi, dia tidak mudah putus asa. Sementara orang yang tidak memiliki kesabaran, jika dibelit persoalan, mungkin langsung ke-cewa dan menyerah pasrah. Orang seperti ini dengan sendirinya tidak bisa menikmati cinta kasih dan pertolongan Tuhan di dalam kehidupannya karena tidak merasakan munculnya kesabaran seba-gai suatu sudut pertahanan yang bisa menguatkan dirinya. 



Pertama, Orang yang memiliki kesabaran, tidak akan marah tanpa arah. Dalam Alkitab ada tertulis: jangan-lah amarahmu bertahan sampai matahari tenggelam. Maksudnya, sebelum matahari tenggelam, perasaan amarah itu sudah harus hilang. Ungkapan di atas mengan-jurkan agar sifat amarah itu jangan berlarut-larut. Sebab jika kemarah-an dibiarkan berlarut-larut, akan timbul kebencian. Rasa benci yang dipelihara akan berubah menjadi dendam. Rasa dendam berpotensi mengarahkan kita melakukan suatu tindakan dosa yang dampak-nya bisa sangat mengerikan.

Meski demikian, bukan berarti pula kita tidak boleh marah, sebab Yesus sendiri pernah marah. Marahlah kalau kebenaran diper-mainkan. Marahlah kalau kebebalan dipertontonkan. Marahlah karena kedegilan dan ketololan dilakukan berulang-ulang. Marah karena hal-hal seperti itu jelas memiliki arah. Tetapi marah tanpa arah adalah marah tanpa sebab dan tujuan yang jelas. Tidak ada masalah, marah. Salah sedikit, marah-marah. Itu contoh-contoh kemarahan yang tidak punya arah. Orang yang suka marah tanpa arah, pada dasarnya sedang mem-pertontonkan bahwa dirinya tidak punya pegangan. Orang seperti ini sangat sensitif, sangat emosional. Orang yang memiliki sifat semacam ini kondisinya juga sangat labil. Kenapa? Karena dia tidak memiliki akar atau pegangan yang kuat, sehingga tidak punya daya tahan. Dan orang-orang semacam inilah yang gampang putus asa. Dari sini dapat pula ditarik se-macam kesimpulan bahwa, kemarahan itu timbul karena faktor ke-putusasaan. Kemarahan itu timbul karena
tidak berakar pada satu kekuatan yang solid sehingga membuatnya sangat labil, yang pada gilirannya membuatnya tidak memiliki kemampuan mengendalikan diri. Oleh karena itu, kita mutlak harus memiliki kesabaran sebagai sesuatu yang telah Tuhan anugerahkan ke-pada kita. Dan itu wajib kita aplikasikan dalam hidup kita sehari-hari.



Yang kedua, orang yang mem-punyai kesabaran, melihat perma-salahan
sebagai anak tangga menuju kemajuan. Jika dia terbentur pada suatu
masalah, dia tidak lari. Sebab dia justru melihatnya sebagai anak tangga
menuju kemajuan. 

Karena jika ada orang yang sudah biasa dan bisa melewati masalah, dengan
sendirinya dia punya pengalaman menangani/ mengatasi masalah. Orang
yang sudah terbiasa mengatasi masalah, dengan sendirinya daya tahannya
makin bertambah. Jadi, masalah merupakan sebuah latihan baginya, sebuah
ujian yang sangat penting.

Orang-orang Kristen saat ini, kebanyakan cenderung menjadi cengeng. Ini
terjadi pada orang-orang yang punya anggapan bahwa dengan percaya kepada
Tuhan, kita tidak bakal dapat masalah lagi. Bagi orang-orang seperti ini, Tuhan adalah tempat membereskan semua
persoalan. Tuhan hanya sebagai tempat pelarian atau pelampiasan emosi.

Sikap ini jelas kontra-produktif dengan ucapan Yesus, "Mau ikut Aku? Sangkal dirimu, pikul salibmu." 
Ucapan Yesus itu tentu tidak sejalan dengan kecenderungan kebanyakan orang Kristen masa kini yang lari ke Tuhan hanya jika sedang dilanda persoalan. Sebalik-nya, jika sedang merasa senang, kita tidak punya waktu untuk Tuhan, tetapi sibuk dengan hantu. Maksudnya kita berasyik-masyuk dengan kenikmatan duniawi yang menjerumuskan.

Inilah bentuk kecenderungan yang salah, sehingga keberimanan kita kepada Tuhan, seringkali bukan ditakar atau diukur dari bagaimana kita menyenangkan Tuhan, tetapi bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Orang Kristen yang punya sifat semacam ini, yang inginnya hanya disenangkan Tuhan, memiliki mentalitas yang sangat payah, dan sangat tidak layak menyandang predikat sebagai laskar Kristus. Sebab yang namanya laskar, tempatnya di medan tempur, dan permintaannya bukan bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Laskar adalah suatu posisi yang sangat terhormat, karena dia diberi kepercayaan untuk berjuang. Jadi, namanya bukan laskar jika meminta baju dengan tanda bintang kehormatan. Laskar bukan orang yang tahunya hanya makan enak dan minum nikmat. Kecenderu-ngan semacam ini tentu membuat orang menjadi malas dan bahkan membahayakan bagi orang lain.

Seorang pengusaha sukses, tentu berjuang sehingga mampu membangun perusahaannya. Se-dangkan orang yang selama ini mendapat banyak fasilitas, keba-nyakan mengalami kegagalan. Banyak contoh membuktikan bahwa generasi pertama yang membangun sebuah perusahaan besar adalah orang-orang gigih, punya semangat juang tinggi, pantang menyerah meskipun didera berbagai kesulitan dan kesusahan yang luar biasa. Namun, tidak jarang anak-anaknya atau cucu-cucunya yang merupakan generasi kedua dan ketiga, yang tidak pernah merasakan masa-masa susah dan sulit, justru mereka inilah yang membuat perusahaan hancur. Tapi perlu diingatkan pula bahwa tidak semua orang mesti dibuat susah dulu, supaya berhasil. Yang jelas kita dituntut untuk bisa menghadapi segala masalah dan bertumbuh di situ.

Konsep ini harus ditanamkan supaya kita melihat bahwa setiap permasalahan itu adalah anak tangga menuju kemajuan. Jangan memotong kompas untuk bisa lari ke jalan yang mungkin lebih mudah, tetapi salah. Misalnya, jika sakit, kita berdoa supaya disembuhkan Tuhan. Namun saat Tuhan 'memperlambat' proses penyembuhan dalam rangka menguji, kita lari ke dukun. Ini jelas suatu contoh mentalitas yang payah.

Orang yang memiliki kesabaran memiliki daya tahan yang tangguh karena ada pengharapan yang kuat. Pengharapan dari mana? Pengharapan akan kasih Kristus. Pengharapan akan kasih yang menggelora dan terus berkem-bang dalam batin, membuat kita sangat kuat luar biasa.
Sumber: artikel-rohani. blogspot.com
READ MORE - MILIKI KESABARAN


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

MENGAPA MENDERITA

Bukan Sebabnya, Tapi Responsnya


Terbujur di pembaringan, mengaduh di puncak kesakitan, biasanya membuat orang berfikir, "Ah, sekiranya saja Tuhan mau datang, dan bersedia menjelaskan apa sebab musabab semua penderitaan ini! Oh, waktu itu, betapa leganya hatiku, dan puasnya batinku - pasti! Aku akan mampu menerima "nasib"ku. Sebab paling sedikit kini aku mengerti, mengapa semua yang terjadi ini, terjadi".

Ayub - seperti kita -- juga pernah berfikir begitu. "Ah, kalau saja Tuhan mau datang -- sekali saja -- memberi penjelasan!" Dan dalam kasus Ayub, ternyata Tuhan benar-benar datang. "Dalam badai," begitu kata Ayub 40:1. Tapi legakah Ayub karenanya? Terpenuhikah harapan-harapannya? Jawabnya adalah: Tidak!

Pertama, kemungkinan besar Ayub - seperti kita - tentu membayangkan, bahwa Allah akan datang dengan kalimat-kalimat yang menghibur meneguhkan, dengan sikap hangat dan lembut kebapaan, dan dengan senyum yang menyalakan kembali harapan yang nyaris padam.

Memang sepantasnya begitu! Sebab bukankah Ayub adalah kekasih dan putra kebanggaan Allah! Dengarlah apa yang Ia katakan kepada Iblis, "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan" (Ayuib 1:8). Dan hamba kekasih serta kebanggaan Allah itu, kini sedang tertekan, kesakitan, dan menderita teramat sangat!

* * *

NAMUN itukah yang Allah lakukan? Datang dengan lembut, ramah dan sikap menghibur? Jawabnya adalah: Tidak! Sebaliknyalah, Ia datang dengan wajah merah padam. Mungkin mendobrak pintu, mungkin menggebrak meja, dan dengan suara mengguntur berkata, "Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku" (38:2-3). Astaga!

Saya bayangkan, Ayub pasti terpana. Shock berat. Mulutnya terbuka, matanya terbelalak, tak bisa percaya. Hal yang tak pernah ia harapkan bisa terjadi adalah, bahwa Allah datang membombardirnya dengan daftar pertanyaan yang panjang. Bukan membawa jawaban!

Tuhan seakan-akan tak peduli sedikit pun akan 35 pasal yang sarat dengan perdebatan dan kontroversi yang panas, yang sampai pada akhirnya tetap menyisakan pertanyaan-pertanyaan penting yang tak terjawab. Pendeta yang paling buruk pun, saya kira, tak akan tega melakukan seperti apa yang Allah lakukan, terhadap warga jemaatnya yang tengah limbung kehilangan pegangan di limbah kesakitan. Toh Allah melakukannya. Ini tentu sangat mengherankan!

Hal kedua yang kita baca adalah, bahwa Ia bukan hanya tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan Ayub - yang nota bene adalah pertanyaan-pertanyaann yang sah --, eee Ia malah berpidato panjang lebar mengenai hal-hal yang sama sekali tidak punya relevansi apa-apa.

Kepada orang yang sedang menderita kesakitan, Allah malah memberi kuliah atau ceramah tentang alam semesta. Tentang matahari trerbit, tentang hujan dan salju, tentang badai, tentang singa, tentang kambing hutan, tentang keledai liar, tentang burung onta, tentang kuda, tentang burung-burung. (Ayub 38 dan 39).

Setiap selesai menjelaskan satu pokok, Ia juga menyodok dengan pertanyaan yang membuat Ayub terhempas ke sudut, " Ayub, mampukah engkau sedikit saja meniru apa yang Aku lakukan? Apakah engkau cukup arif untuk memerintah dunia? Mempunyai lengan seperti lengan-Ku? Dan suara mengguntur seperti suara-Ku? Ayo jawab, Ayub, jawab!"

Kadang-kadang tidak puas dengan itu, jawaban Allah masih disertai pula dengan sarkasme yang menusuk hati, misalnya, "Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak" (38:21) Saya bayangkan nada yang mengejek dan mulut yang tersenyum sinis.

* * *

PERTANYAAN kita tentu adalah, mengapa Allah menjawab begitu, dan di saat-saat seperti itu? Mengapa Tuhan seolah-olah tidak mempedulikan luka batin Ayub? Terjang terus, sekali pun lawan telah jatuh?

Kelihatan dengan amat jelas, betapa Allah menolak memberi jawaban yang logis yang rinci, butir demi butir, mengenai sebab musabab kesakitan dan penderitaan. Ia juga menampik dengan tegas "tuntutan" Ayub untuk memberikan "pertanggung-jawaban". Ketika banyak orang Kristen mengangkat diri menjadi "pahlawan iman" dan "pembela" Allah dalam masalah kesakitan dan penderitaan ini, eee, Allah sendiri tidak merasa perlu membuat pembelaan diri atau "apologia". Allah tidak memerlukan pembelaan!

Apa sih yang sebenarnya Allah inginkan dari Ayub? Alkitab ingin memperlihatkan betapa Allah amat serius dengan apa yang Ia nyatakan. Bahwa isu kesakitan dan penderitaan bukanlah isu enteng, yang cukup dijawab dengan luapan -luapan spontan semata. Allah menuntut sikap yang benar dan tepat - bukan teori!

Apa yang Ia mau katakan? Ini: BAHWA SELAMA MANUSIA NYARIS TIDAK TAHU APA-APA TENTANG BEKERJANYA ALAM SEMESTA - TERMASUK HAL-HAL YANG KELIHATANNYA REMEH DAN BIASA (MATAHARI TERBIT DAN TENGGELAM, ANGIN TOPAN DAN HUJAN, SINGA DAN KAMBING HUTAN) - JANGANLAH IA BERLAGAK BISA MENJADI PENENTU APA YANG BENAR DAN APA YANG SALAH (= MORALITAS) DI ALAM INI. Terlebih-lebih, bila Tuhan pun mau ia adili!

Lalu apa yang Ia inginkan? Cuma satu ini: KEPASRAHAN DIRI YANG PENUH, UTUH DAN MENYELURUH KEPADA APA PUN - SEKALI LAGI, KEPADA APA PUN - YANG DIPERBUAT ALLAH. Janganlah pernah terpikir di benak Anda, untuk duduk di kursi hakim, lalu mengadili Allah, karena apa yang Ia lakukan sehubungan dengan kesakitan dan penderitaan manusia.

Selama Anda tak mampu mengatur datangnya musim kemarau dan musim penghujan, menciptakan mahluk-mahluk kecil seperti kecambah atau kecebong, Anda tidak berhak, dan tidak memenuhi syarat untuk mengadili Allah, sang Maha Pencipta.

Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Barangsiapa berniat untuk menghakimi Allah, biarlah ia terlebih dahulu meyadari kekecilannya dan kebesaran-Nya! Dan sebaiknya Anda percaya saja sepenuh hati Anda, bahwa Ia yang berkuasa mencipta kita dari tiada menjadi ada, masakan Ia tak berkuasa untuk memelihara dan menjaga kita?

* * *

DALAM kaitan ini, sungguh menarik mengikuti komentar Philip Yancey terhadap buku Harold Kushner, "When Bad Things Happen to Good People", yang amat termashur itu. Yancey mengritik Kushner, karena yang disebut belakangan - sekalipun percaya akan kebaikan Allah - toh mempertanyakan kemampuan serta kemahakuasaan-Nya.

Menurut Kushner, Allah itu baik. Ia tidak suka melihat anak-anak-Nya menderita. Ia pun berupaya mencegah dan menolong mereka. Tapi, apa boleh buat, Ia tak cukup mampu untuk itu. Mengapa? Karena Ia adalah Allah keadilan, bukan Allah kekuatan. Oleh karena itu, kita berharap terlalu banyak. Bukan sapunya yang salah, bukan, kalau sapu tersebut tidak dapat kita pakai untuk, misalnya, bermain musik?

Yancey mempertanyakan dalil Kushner ini. Atas dasar apakah ia dapat mengatakan, bahwa Allah seolah-olah berkata kepada Ayub, "Yub, maaf banget deh! Aku sebenarnya ingin menolong, tapi mau bagaimana lagi, Aku tak mampu"?

Sebaliknyalah, begitu Yancey, yang kita baca dalam kitab Ayub adalah, betapa Allah datang kepada Ayub untuk menyatakan kemaha-kuasaan-Nya! Ia tak pernah satu kalipun sekalipun minta maaf kepada Ayub atas ketidak-mampuan-Nya. Elie Wiesel pun berpendapat sama. Bila benar Allah adalah seperti yang ditulis oleh Rabi Kushner, katanya, Ia pantas untuk mundur, dan memberi kesempatan kepada yang lebih mampu untuk menggantikan-Nya.

* * *

SETELAH ini jelas, sekarang kita dapat kembali kepada pertanyaan utama kita: bagaimana seharusnya kita menyikapi kesakitan dan penderitaan kita? Bagaimana seharusnya kita memandangnya, memahaminya, menafsirkannya, dan kemudian menyikapinya?

Menjawab ini, kita hanya harus kembali kepada jalan pemikiran Yesus dalam Lukas 13 dan Yohanes 9. Di sini Yesus juga tidak ingin kita menghabiskan enersi serta mengarahkan konsentrasi kita kepada persoalan yang bersifat spekulatif, yang tidak mempunyai makna bagi kehidupan sehari-hari. Yaitu pertanyaan "mengapa?".

Kepada Ayub, secara implisit Allah ingin mengatakan, bahwa kalaupun Ia menjawabnya, Ayub toh tak akan mengerti juga. Seperti menjelaskan persoalan matematika tinggi kepada jebolan kelas 2 SD. Percuma!

Yang relevan bukanlah "mengapa"nya, melainkan "bagaimana merespon"nya. Apakah kita biarkan penderitaan itu mematahkan semangat kita dan memadamkan seluruh vitalitas hidup kita? Atau, walau amat terbatas dan lemah, kita masih dapat menjadikan hidup kita tetap bermakna? Saya selalu terharu melihat seorang bocah kecil yang walau tak dapat lagi menggunakan tangannya untuk melukis, ia tidak menyerah. Ia memakai mulutnya.
Sumber: Sumber Kristen.com (oleh Eka Darmaputera)
READ MORE - MENGAPA MENDERITA


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Indonesia Menangis



(Bagaimana Anak Tuhan meresponi Penderitaan)




Kalimat INDONESIA MENANGIS seringkali muncul ketika bencana demi bencana menimpa atau terjadi di bangsa Indonesia. Memang ketika melihat bencana demi bencana yang terjadi di bangsa Indonesia ini, sangat sulit bagi kita untuk menahan aliran air mata.
READ MORE - Indonesia Menangis


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Sinar Kecil Yang "Memberkati"













Ada sebuah kisah tentang lilin kecil yang dibawa oleh seorg pria menaiki tangga yang cukup tinggi, menuju sebuah menara. Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tersebut, sililin kecil bertanya Kepada pria yang membawanya, "Kita hendak kemana?"

"Kita akan naik lebih tinggi dan akan memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar di tengah lautan yang luas."

"Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku," jawab lilin kecil lemah.

"Itu bukan urusanmu. Jika nyalamu memang kecil, biarlah. Yang harus engkau lakukan adalah tetap menyala dan urusan selanjutnya adalah tugasku," jawab pria itu.

Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yang sangat besar dengan kaca pemantul yang tersedia di belakangnya. Pria itu menyalakan lampu besar dengan memakai nyala lemah si lilin kecil.
Dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yang terang benderang
sehingga kapal-kapal yang ada di tengah laut melihat cahayanya.

Dengan keberadaan dan keterbatasan kita, memang kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu yang berarti. Tetapi satu hal yang harus anda ingat, bahwa hidup anda seumpama LILIN KECIL yang ada DI TANGAN ALLAH YANG PERKASA. Segala kemampuan dan keahlian anda hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidup anda di dalam tangan Allah untuk IA pakai menjadi alat-Nya yang mulia.

Sebaliknya walaupun nyala anda sangat kecil bahkan mungkin redup, tapi jika Anda mempercayakan seluruh keberadaan anda kepada Allah, maka Ia sanggup menjadikan nyala kecil anda menjadi nyala besar yang membawa manfaat besar bagi banyak orang.

Bahkan bukan tidak mungkin Yosua yang adalah abdi Musa itu merasakan sedikit gentar di dalam hatinya ketika Allah memerintahkan kepadanya utk memimpin bangsa Israel merebut tanah Kanaan. Allah menghibur dan menguatkan dia bahwa Allah tidak akan meninggalkannya. Allah menjanjikan kemenangan demi kemenangan bagi dia.

Allah hanya meminta kepadanya, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan jangan menyimpang dari seluruh hukum yang telah diperintahkan Kepadamu" (Yosua1:7)
Jangan memandang ketidakmampuan, keterbatasan, dan kelemahan anda. 
Jika Allah mempercayakan sesuatu Kepada Anda 
entah itu suatu pekerjaan besar ataupun suatu pelayanan, 
percayalah bahwa ANDA ADA DI DALAM TANGANNYA YANG PERKASA. 
Dia akan memakai anda sesuai kehendakNya. 
KITA HANYALAH SEBAGAI ALATNYA.
Ketika kita mempercayakan seluruh keberadaan kita kepada Allah, 
maka anda akan melihat bagaimana Ia memakai hidup Anda 
dan tidak mustahil keterbatasan Anda menjadi berkat yang besar!
READ MORE - Sinar Kecil Yang "Memberkati"


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

10 NASIHAT

1. Bencilah dosamu, tapi jangan pernah membenci dirimu.

2. Cepatlah untuk menyesali kesalahan.

3. Apabila Tuhan memberimu terang, berjalanlah di dalam terang-Nya itu.

4. Berhentilah mengatakan hal-hal yang buruk tentang dirimu sendiri. Tuhan mencintaimu dan tidaklah benar jika kamu membenci sesuatu yang Dia cintai. Dia mempunyai rancangan-rancangan yang indah bagimu, jadi kamu melawan-Nya jika kamu berbicara secara negatif mengenai masa depanmu sendiri.

5. Janganlah takut untuk mengaku bahwa kamu telah berbuat kesalahan, tapi janganlah selalu berprasangka bahwa kamulah yang salah setiap saat ada yang tidak benar.


6. Jangan terlalu memikirkan apa yang sudah kamu lakukan, baik yang
benar maupun yang salah; itu sama dengan memikirkan terus diri sendiri!
Pusatkanlah pikiranmu kepadaNya!

7. Jagalah dirimu sendiri secara fisik. Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya apa yang Tuhan telah berikan padamu demi tugasmu, tapi janganlah menjadi terobsesi dengan penampilanmu.

8. Janganlah berhenti untuk belajar tapi jangan sampai ilmu itu membuat kamu sombong. Tuhan memakai kamu bukan karena apa yang ada di dalam kepalamu melainkan karena apa yang ada di dalam hatimu.

9. Sadarilah bahwa setiap talentamu adalah anugerah, bukanlah sesuatu yang kamu ciptakan sendiri; jangan pernah merendahkan orang lain yang tidak sanggup melakukan apa yang kamu dapat lakukan.

10. Janganlah meremehkan kelemahan-kelemahan dirimu... merekalah yang membuat kamu tetap tergantung pada Tuhan.
READ MORE - 10 NASIHAT


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

PRINSIP 90/10



Bagaimana prinsip 90/10 itu ?
- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.
Apa maksudnya ?




Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.


Contohnya :

Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.

Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya?  Dari cara reaksi anda !!

Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.

Marilah kita lihat contoh dibawah ini :

Kondisi 1

Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.

Reaksi anda :

Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya.

Akhirnya anak anda ketinggalan bis.

Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan

mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.

Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.

Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah.

Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.

Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.

Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.

Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?

1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi?

2. Apakah penyebabnya karena anak anda?

3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas?

4. Apakah anda penyebabnya?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!

Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.
Kondisi 2

Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : "Sampai jumpa makan malam nanti."

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.

Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?

2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan
kondisi berbeda.

Mengapa ?

Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.

Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki ? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?

Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda ?

Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.

Contoh lain :

- Anda dipecat.

Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?

Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.

Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sikapilah segala sesuatu dengan hati yang lemah lembut, selalu positive thinking, beraksilah secara positif, bukalah hati kita untuk saling mengampuni, dan berikanlah senyummu setiap hari niscaya hidup itu akan terasa indah.
Oleh : STEPHEN COVEY
READ MORE - PRINSIP 90/10


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

SOMBONG Vs PERCAYA DIRI

Orang yang percaya diri biasanya mudah bergaul dengan orang lain. 
Sedangkan orang sombong biasanya malas didekati oleh siapapun. 
Pasalnya banyak orang yang bingung sebenarnya posisinya ada dimana. 
Berikut perbedaan antara orang sombong dan orang percaya diri:
SOMBONG



Orang sombong biasanya sangat peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya. 

Orang sombong seolah selalu tahu apa yang paling baik untuk orang lain


Orang sombong biasanya tajam terhadap orang yang ia lihat sebagai saingan

Orang sombong sulit dan bahkan tidak pernah mengakui kesalahan mereka

Orang sombong biasanya suka jika orang lain melakukan kesalahan 

Orang sombong menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain



Orang sombong biasanya suka membanggakan dirinya
PERCAYA DIRI


Sedangkan orang percaya diri tidak terlalu peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya

Sedangkan orang yang percaya diri selalu terbuka tentang pendapatnya terhadap orang lain.

Orang percaya diri sudah lahir dengan kemampuan untuk bersaing.


Orang percaya diri tidak takut untuk mengaku bahwa ia melakukan kesalahan.


Orang yang percaya dirisuka membantu orang menghadapi kesalahan yang mereka buat.

Sedangkan orang percaya diri percaya bahwa dirinya memiliki keunikan dan talenta sebagaimana yang dianugerahkan berbeda kepada setiap orang.

sedangkan mereka yang percaya diri cenderung diam.
Sombongkah atau percaya dirikah Anda?
READ MORE - SOMBONG Vs PERCAYA DIRI


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

PERAN ORANG KRISTEN (PERCAYA) UNTUK MORALITAS BANGSA


Di zaman modernisasi ini, kehidupan umat manusia begitu memprihatinkan bahkan sangat mengerikan. Tawuran pelajar, pergaulan & sex bebas, narkoba, dll. seakan-akan sudah menjadi pola atau gaya hidup umat manusia saat ini. Hal ini telah membuat bangsa kita terperosok dalam keterpurukan. Bahkan akhir-akhir ini banyak orang yang mulai kehilangan kesadaran dan mulai hidup berdasarkan naluri alamiah semata. Orang yang lapar mulai mencari makan dengan cara apa saja, tidak peduli secara baik atau buruk, asal perut kenyang.

READ MORE - PERAN ORANG KRISTEN (PERCAYA) UNTUK MORALITAS BANGSA


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Menegur Dengan Kasih

berkhotbah 2

Yang dimaksud dengan menegur adalah memberi teguran, menasehati, mendidik dan mengingatkan. 

Sikap orang dalam menerima teguran bermacam-macam. 

Ada yang menerima dengan senang hati, ada yang biasa-biasa saja, ada yang mengiyakan hanya untuk mempercepat proses pembicaraan, ada yang menolak dengan tegas, ada yang berkelit, bahkan ada yang tersinggung dan marah,
serta masih banyak lagi reaksi lainnya.




Beberapa kebenaran yang perlu kita ketahui saat menegur orang lain:



1. Menegur haruslah dilandasi dengan kasih. Memang terdapat resiko orang
yang ditegur menjadi tidak menyukai kita, tetapi kalau memang ia perlu
ditegur, tegurlah!
Mengasihi bukan berarti harus selalu setuju, harus selalu mengiyakan, harus selalu tersenyum manis. Untuk mengasihi diperlukan teguran yang dibungkus dengan kejujuran dan keterusterangan, tanpa pura-pura.

Menegur yang dilandasi oleh kasih akan menutupi pelanggaran orang tersebut. Orang yang ditegur dengan kasih akan lebih mudah menerima teguran yang ditujukan kepadanya dan akibatnya kemungkinan untuk yang bersangkutan berubah menjadi lebih besar. Sebaliknya bila kita menegur dengan tidak berlandaskan kasih, hasilnya adalah pertengkaran. Pertengkaran bukanlah tujuan akhir yang ingin kita capai. 
2. Menegur haruslah dengan hikmat. Hikmat akan membantu kita untuk memberi teguran yang tepat. Hikmat di sini berarti meliputi teknik, cara, kata-kata, waktu, tempat, serta situasi dan kondisi untuk penyampaian teguran yang tepat. 
3. Hasil dari menegur dengan menggunakan hikmat akan berbuah manis. Awalnya mungkin terdapat gesekan, bahkan mungkin dapat menciptakan konflik dengan yang bersangkutan. Namun, kita tetap perlu mengambil resiko ini. 

4. Jangan menahan teguran karena takut terhadap resiko gesekan dan konflik.
Salah satu bentuk kasih adalah teguran yang berhikmat. Saat kita tidak melakukan hal ini, kita berarti tidak takut pada Tuhan. Tidak takut pada Tuhan berarti dosa. Jangan takut menegur bila memang diperlukan!

Lalu bagaimana menegur dengan menggunakan hikmat? 

1. Menegur dengan lemah lembut. Kelemahlembutan merupakan salah satu
buah Roh yang diperlukan (Galatia 5:23). Lemah lembut bukan berarti
lemah atau plin-plan. Lemah lembut merupakan sikap hati yang mau
mengerti kondisi dan keterbatasan orang lain.


2. Mengetahui dengan jelas orang-orang yang perlu
ditegur, orang-orang yang tidak perlu ditegur, saat dan situasi yang
tepat untuk menegur
. Walaupun saat kita tahu seseorang itu
salah, ada saatnya kita perlu menggunakan hikmat. Ya, tidak serta merta
kita dapat menegur, bahkan kadang-kadang menahan teguran atau tidak
memberikan teguran memerlukan suatu hikmat tersendiri.
Berikut sejumlah ciri-ciri orang yang tidak perlu ditegur atau Anda sebaiknya menahan teguran pada waktu yang lain:



- Orang yang tidak mau mendengarkan teguran dan tidak mempedulikan teguran, bahkan membenci teguran. Orang-orang ini adalah orang yang akan menguras emosi kita. Jadi, jangan habiskan waktu, tenaga, dan emosi untuk orang yang tidak mau mendengar. Bukan karena kita tidak peduli, tetapi memang ada kesempatan lain yang lebih tepat untuk menegur. Cukup bawa orang ini dalam DOA. 





- Orang yang gemar bersilat kata. Saat Anda memberi teguran pada orang yang gemar bersilat kata, orang ini akan terus-menerus memberi jawaban dan alasan. Hemat nafas Anda! Hentikan sampai di situ dan bawa orang ini dalam DOA. 





Cara-cara menegur adalah demikian:








1. Menegur hanya berdua saja, tidak di depan orang lain. 

Orang akan lebih mudah menurunkan ego bila ditegur berdua saja tanpa kehadiran orang lain. Pada saat ada orang lain yang hadir, kecenderungan untuk membela diri dan mempertahankan ego akan lebih besar daripada saat hanya berdua. 

2. Bila berdua saja tidak mempan, minta bantuan 1 atau 2 orang lain untuk menegur. 

Ini harus melihat kasusnya juga. Tidak semua kasus dapat diperlakukan sama. Jika memang diperlukan bantuan dari 1 atau 2 orang lain, lakukanlah! 

3. Bila setelah minta bantuan dari 1 atau 2 orang tetap tidak mempan juga, minta bantuan lebih banyak orang. 

Ini hanya perlu dilakukan untuk kasus-kasus yang sangat serius. Untuk kasus-kasus yang dapat mengundang keresahan bagi orang banyak, hal ini perlu dilakukan. Bila yang bersangkutan masih tidak mau mendengarkan teguran, hemat nafas Anda! Cukup bawa yang bersangkutan dalam DOA Anda.






Sumber : 
Renunganhariankita. blogspot. com 









READ MORE - Menegur Dengan Kasih


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Dahulukan Allah

Pernah ada seseorang yang tak punya makanan apapun untuk keluarganya. Ia masih punya bedil tua dan tiga butir peluru. Jadi, ia putuskan untuk keluar dan menembak sesuatu untuk makan malam. Saat menelusuri jalan, ia melihat seekor kelinci dan ia tembak kelinci itu tapi luput. Lalu ia melihat seekor bajing, dia tembak tapi juga luput lagi. Ketika ia jalan lebih jauh lagi, dilihatnya seekor kalkun liar diatas pohon dan ia hanya punya sisa sebutir pelor, tapi terdengar olehnya suatu suara yang berkata begini "berdoalah dulu, bidik keatas dan tinggallah tetap terfokus."

Namun, pada saat bersamaan, ia melihat seekor rusa yang adalah lebih menguntungkan. Senapannya ia turunkan dan dibidiknya rusa itu. Tapi lantas ia melihat ada ular berbisa diantara kakinya, siap-siap untuk mematuknya, jadi dia turunkan lebih kebawah lagi, mengarah untuk menembak ular itu. Tetap, suara itu masih berkata kepadanya, "Aku bilang 'berdoalah dulu, bidik keatas dan tinggallah tetap terfokus.'" Jadi orang itu memutuskan untuk menuruti suara itu. Ia berdoa, lalu mengarahkan senapan itu tinggi keatas pohon, membidik dan menembak kalkun liar itu. Peluru itu mental dari kalkun itu dan mematikan rusa. Pegangan senapan tua itu lepas, jatuh menimpa kepala si ular itu dan membunuhnya sekali. Dan, ketika senapan itu meletus, ia sendiri terpental kedalam kolam. Saat ia berdiri untuk melihat sekelilingnya, ia dapatkan banyak ikan didalam semua kantungnya, seekor rusa, dan, seekor kalkun untuk bekal makanannya. Ular (Iblis) mati konyol sebab orang itu mendengarkan suara Allah. 1. Berdoalah sebelum kau lakukan apapun, bidik dan arahkan keatas pada
tujuanmu, dan tinggallah terpusat pada Allah. Sebar luaskan ini agar ada
seseorang lain yang bakal terberkati.


2. Jangan kau dikecilhatikan oleh siapapun mengenai masa lampaumu. Masa lampau itu memang tepatnya begitu - "sudah lewat, sudah lampau." Hidupilah setiap hari sehari demi sehari. Dan ingatlah bahwa hanya Allah yang tahu masa depan kita dan bahwa Ia tidak akan membiarkanmu melewati daya tahanmu.

3.  Janganlah memandang pada sesamamu untuk meminta berkat melainkan lihat dan bergantungkah pada Tuhan. Ia bisa membuka pintu2 bagimu yang cuma Ia saja yang bisa lakukan. Pintu2 yang bukan kau masuki dengan menyelinap, melainkan yang hanya Ia yang sudah persiapkan bagi dan demi kamu. Jadi, tunggulah, tenanglah, sabarlah: dahulukan Allah dan lain-lainnya akan nyusul dengan sendirinya.


Sumber : http://indonesia. heartnsouls. com
READ MORE - Dahulukan Allah


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

TERJATUH DAN TAK BISA BANGKIT LAGI

Kita semua pernah terjatuh sesekali, bukan hanya secara fisik tapi juga secara
emosional. Dan membangkitkan diri kita kembali, lebih mudah diucapkan daripada
dilakukan. Kita tidak membutuhkan bakat khusus untuk menyerah atau berbaring di
tengah jalan kehidupan dan berkata, "Aku berhenti!" Faktanya, jalan
menuju keputusasaan dan kekecewaan yang kronis berawal dari sebuah hari yang
normal yang berakhir dengan timbunan kekecewaan-kekecewaan kecil.
Kekecewaan
memunyai definisi "gagal untuk memenuhi atau memuaskan harapan dan
keinginan", dengan kata lain, ketika kita menentukan diri kita untuk
berharap akan sesuatu dan harapan itu tidak terpenuhi, kita menjadi kecewa.
Kita merasa tertipu atau dikhianati.

Marilah kita hadapi kenyataan, tidak ada seorang pun dari antara kita yang akan
pernah sampai ke tempat di mana kita tidak pernah lagi mengalami kekecewaan.
Kita tidak bisa berharap untuk terlindung atau kebal dari setiap hal kecil.
Kekecewaan adalah salah satu fakta dari kehidupan yang harus dihadapi oleh
semua orang. Sering kali banyak orang membiarkan kekecewaan mereka terus menumpuk
dan akhirnya menjadi terpuruk tanpa mengerti apa penyebabnya. Mereka
kelihatannya tampak baik-baik saja, tapi sekarang mereka jatuh terbaring di
jalan kehidupan tanpa tahu bagaimana terjadinya dan apa sebabnya. Banyak orang
tidak menyadari bahwa masalah besar yang menghancurkan mereka ini dimulai sudah
lama sebelumnya dengan beberapa kekecewaan kecil yang gagal mereka selesaikan.

Rasa sakit yang mendalam tidak datang begitu saja dari kekecewaan yang besar,
seperti ketika kita gagal mendapatkan pekerjaan atau promosi yang kita
inginkan. Rasa sakit emosional yang dalam bisa datang dari beberapa gangguan
dan frustasi kecil. Itulah mengapa kita perlu tahu bagaimana caranya mengatasi
kekecewaan kecil sehari-hari dan memunyai perspektif yang benar terhadap semua
itu. Jika tidak, mereka dapat menjadi tidak terkendali dan meledak melebihi
batasan.

Contohnya, bayangkan Anda memulai hari Anda dengan rencana dan jadwal di kepala
Anda, dan Anda sudah cukup frustrasi dengan itu. Dalam perjalanan Anda ke
kantor, jalanan yang macet membuat Anda terlambat. Lalu, ketika Anda akhirnya
mulai bekerja, Anda mendengar seseorang di kantor menyebarkan gosip tentang
Anda. Anda membuat kopi untuk menenangkan diri Anda, tapi kopinya tak sengaja
tertumpah di baju Anda, yang hanya membuat masalahnya semakin rumit karena Anda
akan menghadiri pertemuan (meeting) dengan atasan dan Anda tidak punya waktu
untuk berganti pakaian!


Menghadapi hal-hal itu satu persatu secara terpisah memang terasa mengganggu,
tapi ketika mereka semakin menumpuk, itu akan menjadi tak tertahankan. Lalu,
dalam waktu yang hampir bersamaan, Anda mendapat laporan dari dokter tentang
sesuatu hal yang tidak Anda harapkan. Dan di puncaknya, tunangan Anda menelpon,
mengancam untuk membatalkan pernikahan Anda dengannya walaupun semua undangan
telah dikirim! Bagaimana Anda akan menanggapinya? Apakah Anda akan tetap
beriman, atau menemukan diri Anda penuh ketakutan dan sedang mengarah menuju
kekecewaan dan keputusasaan? Semua kekecewaan dan frustasi kecil terhadap
kemacetan, gosip di kantor, dan kopi yang tertumpah telah menjadi sebuah
bencana. Dan ketika Anda menghadapi beberapa masalah serius seperti penyakit
atau hubungan yang gagal, Anda menemukan diri Anda tidak siap untuk menghadapi
semua itu. Jadi Anda terjatuh, menuju ketiadaan pengharapan dan keputusasaan.

Apa yang Anda lakukan saat kekecewaan datang? Saat kekecewaan memberatkan Anda
seperti sebuah batu besar, Anda bisa membiarkannya menekan Anda sampai Anda
merasa patah semangat, bahkan menjadi benar-benar menyerah, atau Anda bisa
menggunakannya sebagai batu loncatan kepada hal-hal yang lebih baik. Belajarlah
untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri. Anda bisa melakukannya! Hadapi
kekecewaan dan cepatlah membuat penyesuaian yang dibutuhkan untuk menangani
situasi itu. Tuhan memunyai hal-hal yang lebih baik untuk Anda, dan Dia akan
menolong Anda. Dia mengatakan dalam Ibrani 13:5, "...Aku sekali-kali tidak
akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan
engkau."

Daripada berkonsentrasi pada semua masalah Anda dan menjadi putus asa, arahkan
fokus Anda kepada Tuhan dan renungkan janji-janji-Nya kepada Anda. Anda mungkin
telah terjatuh, tapi Anda tidak harus tetap tergeletak. Tuhan selalu siap, mau,
dan mampu untuk mengangkat Anda kembali. Bangkitlah, walaupun itu berarti Anda
membutuhkan waktu dan proses.


Penulis artikel: Joyce Meyer
READ MORE - TERJATUH DAN TAK BISA BANGKIT LAGI


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Karakter Seorang Anak TUHAN

Sebelum saya bertobat sungguh-sunggguh, saya pernah ngefans pada seorang anak Tuhan yang ada dalam suatu persekutuan anak muda, sehingga membuat saya tidak pernah absent dalam ibadah-ibadah persekutuan tersebut. Karena ketika saya melihat orang itu saya merasa ada sesuatu yang luar biasa dalam dirinya yang menarik anak-anak muda untuk datang dalam persekutuan tersebut termasuk saya. Pokonya dimata saya dia begitu excellent gituloh, yang membuat saya sangat terkagum-kagum dan sangat menghormati dia, dan selalu ada dalam angan-angan saya “andaikan saya bisa dekat dengan dia” supaya saya bisa banyak belajar dari pribadinya. Untuk bisa menjadi seorang anak Tuhan yang memiliki pribadi yang baik yang bisa jadi berkat bahkan saya pernah berdoa “Tuhan saya ingin menjadi seperti dia”.

READ MORE - Karakter Seorang Anak TUHAN


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Karakter Kristiani


“Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah”

(Lukas 12:3)

Untuk membangun suatu kepercayaan, orang percaya harus memberikan teladan dalam hal kemampuan, koneksi, serta karakter. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa seorang anak Tuhan harus memiliki karakter yang baik dan konsisten. Karakter sangat penting, karena karakter akan menentukan gambaran dari diri kita yang ditunjukkan kepada orang lain.

READ MORE - Karakter Kristiani


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas

Kekasih TUHAN,

Saat ini kita banyak melihat bagaimana generasi kita khususnya anak-anak muda terjerumus dalam pergaulan yg tidak berkenan kepada Tuhan (Free sex, narkoban dll).
Saya melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan semua ini terjadi.
Apa yang saya tuliskan ini mungkin masih bisa diperdebatkan
atau masih bisah ditambahkan oleh semua kekasih Tuhan
yang merasa bahwa bukan hanya faktor-faktor ini saja yang menyebabkan anak-anak muda terjerumus dalam pergaulan bebas.
Saya berharap tulisan saya ini menjadi suatu perenungan bagi kita bersama-sama
untuk memikirkan jalan keluar
ketika melihat generasi muda kita
mungkin adalah anak kita atau teman-teman kita
yg sudah terjerumus kedalam pergaulan yang salah.
READ MORE - Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

wibiya widget

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis