Orang Yang Percaya Kepada TUHAN Akan Melihat Kebaikan TUHAN Melalui Kejadian-Kejadian Yang TUHAN Ijinkan Terjadi. Jangan Pernah Menilai TUHAN Hanya Melalui Sepotong Kejadian, Tetapi Percayalah Bahwa DIA Selalu Bekerja Untuk Kebaikan Kita Melalui Banyak Perkara
Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Introduksi PB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Introduksi PB. Tampilkan semua postingan

WAHYU

LATAR BELAKANG

Penulis: Yohanes
Tema: Perjuangan dan Penyelesaian
Tanggal Penulisan: 90-96 M

Kitab Wahyu adalah kitab Perjanjian Baru yang terakhir dan yang paling luar biasa. Kitab ini sekaligus merupakan suatu penyingkapan (#/TB Wahy 1:1-2,20), suatu nubuat (#/TB Wahy 1:3; 22:7,10,18-19), dan suatu gabungan dari tujuh surat (#/TB Wahy 1:4,11; 2:1-3:22). (Istilah "penyingkapan" (Ing. _apocalypse_) berasal dari kata Yunani _apocalupsis_, yang diterjemahkan "wahyu" dalam #/TB Wahy 1:1-20). Kitab ini merupakan suatu penyingkapan dalam kaitan dengan isinya, suatu nubuat dalam kaitan dengan beritanya dan suatu surat dalam kaitan dengan alamat tujuannya.

Lima kenyataan penting mengenai latar belakang kitab ini dinyatakan dalam pasal 1 (#/TB Wahy 1:1-20).

(1) "Inilah wahyu Yesus Kristus" (#/TB Wahy 1:1).


(2) Penyataan ini telah disampaikan secara adikodrati kepada penulisnya melalui Kristus yang ditinggikan, malaikat-malaikat dan penglihatan-penglihatan (#/TB Wahy 1:1,10-18).

(3) Penyataan itu disampaikan kepada hamba Allah, Yohanes (#/TB Wahy 1:1,4,9; 22:8).

(4) Yohanes menerima penglihatan-penglihatan dan berita penyataan ini sementara ia dalam pembuangan di Pulau Patmos (80 km sebelah barat daya kota Efesus), oleh karena Firman Allah dan kesaksian Yohanes sendiri (#/TB Wahy 1:9).

(5) Penerima yang mula-mula dari surat ini adalah tujuh jemaat di propinsi Asia (#/TB Wahy 1:4,11).

Baik bukti sejarah maupun bukti dari isi kitab itu sendiri menunjukkan bahwa rasul Yohaneslah penulisnya. Ireneus menjelaskan bahwa Polikarpus (Ireneus mengenal Polikarpus, dan Polikarpus mengenal rasul Yohanes) telah berbicara tentang Yohanes yang menulis kitab Wahyu mendekati akhir pemerintahan Domitianus selaku kaisar Romawi (81-96 M)

Isi kitab ini mencerminkan keadaan sejarah pada zaman pemerintahan Domitianus ketika dia menuntut agar semua warga negaranya memanggil dia "Tuhan dan Allah". Pastilah, ketetapan Kaisar pada waktu itu telah menciptakan suatu pertentangan antara mereka yang dengan sukarela mau menyembah Kaisar dan orang Kristen setia yang mengakui bahwa Yesus sajalah "Tuhan dan Allah". Jadi, kitab ini telah ditulis pada suatu masa ketika orang percaya sedang mengalami penganiayaan yang hebat oleh karena kesaksian mereka, suatu situasi yang dengan jelas merupakan latar belakang kitab Wahyu itu sendiri (#/TB Wahy 1:19; 2:10,13; 6:9-11; 7:14-17; 11:7; 12:11,17; 17:6; #/TB Wahy 18:24; 19:2; 20:4).




TUJUAN


Kitab ini mempunyai tiga tujuan.

(1) Surat-surat kepada tujuh jemaat itu menyatakan bahwa suatu penyimpangan yang parah dari standar kebenaran rasuli sedang terjadi di antara banyak jemaat di Asia. Atas nama Kristus, Yohanes menulis kitab ini untuk menegur tindakan kompromi dan dosa mereka, serta menghimbau mereka untuk bertobat dan berbalik kepada kasih mereka yang mula-mula.

(2) Mengingat penganiayaan yang diakibatkan oleh karena Domitianus memuja dirinya sendiri, kitab Wahyu telah dikirim kepada jemaat-jemaat guna meneguhkan iman, ketetapan hati, dan kesetiaan mereka kepada Yesus Kristus, serta untuk memberi semangat kepada mereka agar mereka menjadi pemenang dan tinggal setia sampai mati sekalipun.

(3) Akhirnya, kitab ini telah ditulis untuk memperlengkapi orang percaya sepanjang zaman dengan segi pandangan Allah terhadap perang yang sengit melawan gabungan kekuatan Iblis dengan menyingkapkan hasil sejarah yang akan datang. Kitab ini secara khusus menyingkap tujuh tahun terakhir yang mendahului kedatangan Kristus kali kedua. Allah akan menang dan membenarkan orang yang kudus dengan mencurahkan murka-Nya atas kerajaan Iblis; ini akan diikuti oleh kedatangan Kristus kali kedua.



SURVEI

Berita nubuat dari kitab ini disampaikan melalui aneka simbol dan lambang penyingkapan yang dramatis, yang melukiskan penyelesaian akhir dari seluruh berita penyelamatan alkitabiah. Kitab ini menampakkan peran Kristus sebagai Anak Domba yang layak yang disembelih (pasal 5; Wahy 5:1-14) dan Anak Domba yang penuh murka yang akan datang untuk menghukum dunia dan membersihkannya dari kejahatan (pasal 6-19; Wahy 6:1-19:21). Gambaran simbol lain yang utama dalam kitab ini adalah naga besar (Iblis), binatang laut (antikristus), binatang bumi (nabi palsu) dan Babel Besar (pusat muslihat roh jahat dan kuasa dunia).

Setelah prolog (Wahy 1:1-8), ada tiga bagian utama dalam kitab ini. Pada bagian pertama (Wahy 1:9-3:22), Yohanes mendapatkan suatu penglihatan yang menakjubkan mengenai Kristus yang agung di tengah-tengah kaki dian (jemaat-jemaat), yang menugaskan Yohanes untuk menulis surat kepada tujuh jemaat di Asia Kecil (Wahy 1:11,19). Setiap surat (Wahy 2:1-3:22) meliputi suatu gambaran simbolis tentang Tuhan yang agung dari penglihatan pembukaan, penilaian terhadap jemaat tersebut, kata-kata pujian atau celaan atau kedua-duanya, kata-kata peringatan terhadap lima jemaat, nasihat untuk mendengar dan bertobat, dan suatu janji bagi semua yang menang. Tekanan pada angka tujuh dalam bagian ini menunjukkan bahwa surat-surat tersebut mewakili suatu keutuhan dari apa yang hendak difirmankan kepada jemaat di setiap kota dan angkatan oleh Tuhan yang agung itu.

Bagian utama kedua dari kitab ini (Wahy 4:1-11:19) berisi penglihatan- penglihatan dari perkara-perkara yang ada di sorga dan di bumi tentang Anak Domba dan peranan-Nya dalam mengakhiri sejarah. Bagian itu dimulai dengan suatu penglihatan tentang ruang pengadilan sorgawi yang mahamulia di mana Allah bersemayam dalam kekudusan dan terang yang tak terhampiri (pasal 4; Wahy 4:1-4). Pasal 5 (Wahy 5:1-14) memusatkan perhatian pada sebuah gulungan kitab yang dimeterai yang berbicara tentang nasib akhir. Gulungan kitab ini berada di tangan kanan Allah dan Anak Domba sajalah yang layak untuk membuka meterai-meterainya dan mengungkapkan isinya. Pembukaan enam meterai yang pertama (pasal 6; Wahy 6:1-17) melangsungkan penglihatan yang telah dimulai dalam pasal 4-5 (Wahy 4:1-5:14), kecuali sekarang pemandangan dialihkan ke berbagai peristiwa di bumi. Lima meterai yang pertama menyingkapkan hukuman Allah pada hari-hari terakhir yang menuntun ke arah kesudahannya. Meterai yang keenam mengumumkan murka Allah yang akan datang. "Selingan Pertama" kitab ini terdapat dalam pasal 7 (Wahy 7:1-17), yang menggambarkan pemeteraian 144.000 orang di ambang pintu kesengsaraan besar (Wahy 7:1-8) dan pahala bagi orang kudus di sorga setelah kesengsaraan besar (Wahy 7:9-17). Pasal 8- 9 (Wahy 8:1- 9:21) menyatakan pembukaan meterai ketujuh, penyingkapan rangkaian hukuman lain yaitu ketujuh sangkakala. "Selingan Kedua" terjadi di antara sangkakala keenam dan ketujuh, yang meliputi Yohanes dan sebuah gulungan kitab yang kecil (Wahy 10:1-11), dan dua saksi nubuat yang kuat dalam kota besar itu (Wahy 11:1- 14). Akhirnya, sangkakala ketujuh (Wahy 11:15-19) berfungsi sebagai pertunjukan awal dari kesudahan segala sesuatu (Wahy 1:15) dan pendahuluan adegan-adegan akhir dari rahasia Allah yang dibentangkan (pasal 12-22; Wahy 12:1-22:21).

Bagian utama yang ketiga (Wahy12:1-22:5) memberikan suatu gambaran terinci mengenai perjuangan besar pada akhir zaman antara Allah dengan musuh-Nya, Iblis. Pasal 12-13 (Wahy 12:1-13:18) menyatakan bahwa orang kudus di bumi harus menghadapi suatu komplotan yang dahsyat dan tiga serangkai kejahatan, yang terdiri atas

(1) si naga besar (pasal 12; Wahy 12:1-17),

(2) binatang laut ( Wahy 13:1-10), dan


(3) binatang bumi (Wahy 13:11-18). Pasal 14-15 (Wahy 14:1-15:8) berisi penglihatan-penglihatan yang meyakinkan kembali orang-orang kudus dalam kesengsaraan besar bahwa keadilan akan menang sementara Allah akan mencurahkan murka-Nya yang terakhir atas peradaban antikristus. Kemudian, suatu penyingkapan penuh dari murka Allah terjadi dalam rangkaian tujuh cawan hukuman (pasal 16; Wahy 16:1-21), hukuman atas si pelacur besar (pasal 17; Wahy 17:1-18), dan kejatuhan Babel, Kota Besar itu (pasal 18; Wahy 18:1- 24). Pada tahap ini, terjadi kegembiraan besar di sorga, dan perjamuan kawin Anak Domba dengan mempelai perempuan-Nya diumumkan ( Wahy 19:1-10).

Akan tetapi, tahap terakhir yang hebat masih akan terjadi. Kemudian Yohanes melihat sorga terbuka dan Kristus keluar menunggang kuda putih sebagai Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan untuk mengalahkan binatang itu dan semua sekutunya (Wahy 19:11-21). Kekalahan Iblis yang terakhir didahului dengan terbelenggunya dia selama seribu tahun (Wahy 20:1-6). Selama masa itu Kristus memerintah bersama dengan orang-orang kudus (Wahy 20:4) dan sesudah itu Iblis akan dilepaskan untuk suatu masa yang singkat (Wahy 20:7-9) dan kemudian dicampakkan ke dalam "lautan api" untuk selama-lamanya (Wah 20:10). Nubuat apokaliptis ini ditutup dengan penghakiman di takhta putih yang besar (Wahy 20:11-15), nasib yang tepat bagi orang jahat (Wahy 20:14-15; 21:8), serta langit yang baru dan bumi yang baru sebagai nasib akhir bagi orang kudus (Wahy 21:1- 22:5). Kitab ini diakhiri dengan peringatan- peringatan untuk mengindahkan beritanya dan masuk dalam hidup yang kekal (Wahy 22:6-21).
CIRI KHAS

Delapan ciri utama menandai kitab ini.

(1) Wahyu merupakan satu-satunya kitab PB yang digolongkan sebagai nubuat dan wahyu.

(2) Sebagai suatu kitab apokaliptis, beritanya disampaikan dalam bentuk lambang-lambang yang menggambarkan kenyataan-kenyataan tentang masa dan peristiwa yang akan datang sambil tetap memelihara teka-teki atau rahasia tertentu.

(3) Banyak sekali angka digunakan, termasuk angka 2; 3; 3,5; 4; 5; 6; 7; 10; 12; 24; 42; 144; 666; 1.000; 1.260; 7.000; 12.000; 144.000; 100.000.000; dan 200.000.000. Secara khusus kitab ini menonjolkan angka tujuh yang terdapat tidak kurang dari 54 kali yang melambangkan kesempurnaan atau kepenuhan.

(4) Penglihatan-penglihatan begitu mencolok, dengan pemandangan yang sering dialih-alihkan dari tempat di bumi ke sorga, kemudian kembali lagi ke bumi.

(5) Malaikat-malaikat dikaitkan secara jelas dengan penglihatan-penglihatan dan ketetapan-ketetapan sorgawi.

(6) Kitab ini bersifat polemik yang

(a) menyingkapkan sifat roh jahat dari setiap penguasa bumi yang menyatakan dirinya sebagai allah, dan

(b) menyatakan Yesus Kristus sebagai Tuhan yang agung dan penguasa atas raja-raja di bumi (#/TB Wahy 1:5; 19:16).

(7) Kitab ini juga dramatis yang membuat kebenaran beritanya menjadi begitu hidup dan tegas.

(8) Kitab ini bersifat roh nubuat PL tanpa menggunakan kutipan-kutipan secara formal dari PL itu sendiri.


PENAFSIRAN


Kitab ini merupakan kitab PB yang paling sulit untuk ditafsirkan. Sekalipun para pembaca yang mula-mula barangkali memahami makna beritanya tanpa terlalu banyak mengalami kebingungan, namun pada abad-abad berikutnya pandangan yang beranekaragam mengenai makna kitab ini telah mengakibatkan lahirnya empat aliran penafsiran yang besar.

(1) Penafsiran _preterist_ (dengan pandangan masa lampau) memandang kitab ini dan nubuat-nubuatnya sebagai hal yang telah digenapi pada masa gelaran sejarah asli dari kekaisaran Romawi, kecuali untuk pasal 19-22 (#/TB Wahy 19:1- 22:21), yang masih menunggu penggenapannya pada masa yang akan datang.

(2) Penafsiran _historicist_ (yang menekankan unsur sejarah) memandang kitab Wahyu sebagai suatu prakiraan nubuat dari seluruh perjalanan sejarah gereja sejak zaman Yohanes sampai pada zaman akhir.

(3) Penafsiran _idealist_ (yang menekankan pemikiran ideal) menganggap lambang-lambang dalam kitab ini sebagai hal yang mengungkapkan prinsip-prinsip rohani tertentu tentang kebaikan dan kejahatan dalam sejarah pada umumnya, tanpa menghubungkannya dengan peristiwa-peristiwa nyata dalam sejarah.

(4) Penafsiran _futurist_ (dengan pandangan masa yang akan datang) mendekati pasal 4-22 (#/TB Wahy 4:1-22:21) sebagai nubuat tentang peristiwa-peristiwa dalam sejarah yang hanya akan terjadi pada akhir zaman ini. Pada hakikatnya Alkitab ini menafsirkan kitab Wahyu dari sudut pandang futurist ini.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - WAHYU


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

YUDAS

LATAR BELAKANG

Penulis: Yudas
Tema: Berjuang untuk Mempertahankan Iman
Tanggal Penulisan: 70-80 M

Yudas memperkenalkan dirinya sekadar sebagai "saudara Yakobus" (ayat #/TB Yud 1:1). Satu-satunya pasangan saudara dalam PB yang bernama Yudas dan Yakobus adalah saudara tiri Yesus (#/TB Mat 13:55; Mr 6:3). Mungkin Yudas menyebutkan nama Yakobus karena kedudukannya sebagai pemimpin jemaat di Yerusalem akan membantu menjelaskan identitas dan kekuasaannya sendiri.

Surat yang singkat namun tegas ini ditulis untuk menentang para guru palsu yang terang-terangan berhaluan antinomisme (yaitu mereka mengajarkan bahwa keselamatan melalui kasih karunia mengizinkan mereka untuk berdosa tanpa dijatuhi hukuman) dan yang menghina pernyataan rasuli tentang pribadi dan tabiat Yesus Kristus (ayat #/TB Yud 1:4). Dengan demikian mereka memecah-belah gereja mengenai apa yang harus dipercaya (ayat #/TB Yud 1:19,22) dan bagaimana harus berperilaku (ayat Yud 1:4,8,16). Yudas melukiskan guru palsu yang tak berprinsip ini sebagai "orang-orang fasik" (ayat #/TB Yud 1:15) dan juga sebagai orang "tanpa Roh Kudus" (ayat #/TB Yud 1:19).

Kemungkinan hubungan di antara Surat Yudas dengan #/TB 2Pet 2:1-3:4 mempunyai sangkut-pautnya dengan saatnya surat ini ditulis. Sangat mungkin Yudas mengetahui tentang 2 Petrus (ayat #/TB Yud 1:17-18) dan oleh karena itu ia menulis setelah 2 Petrus ditulis, yaitu sekitar tahun 70-80 M. Penerima surat ini tidak disebutkan secara khusus, tetapi mungkin sama dengan penerima surat 2 Petrus (Lihat "PENDAHULUAN SURAT 2PETRUS" ).

TUJUAN

Yudas menulis surat ini

(1) untuk sangat mengingatkan orang percaya mengenai ancaman serius dari para guru palsu dan pengaruh mereka yang merusak di dalam gereja, dan

(2) untuk menantang orang percaya yang sejati dengan keras supaya mereka bangkit dan "berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (Yud 1:3).



SURVAI


Setelah memberikan salam (Yud 1:1-2), Yudas menyatakan bahwa tujuannya mula-mula ialah menulis tentang sifat keselamatan (Yud 1:3a). Akan tetapi, sebaliknya dia terdorong untuk menulis surat ini karena guru-guru palsu yang memutarbalikkan kasih karunia Allah dan dengan demikian melemahkan kebenaran dalam gereja (Yud 1:4). Yudas menuduh mereka sebagai tidak suci secara seksual (Yud 1:4,8,16,18), berkompromi seperti Kain (Yud 1:11), serakah seperti Bileam (Yud 1:11), suka memberontak seperti Korah (Yud 1:11), congkak (Yud 1:8,16), penipu ( Yud 1:4,12), sensual (Yud 1:19) dan memecah-belah (Yud 1:19). Yudas menyatakan kepastian hukuman Allah atas semua orang yang berbuat dosa seperti itu dan menggambarkannya dengan enam contoh dari PL (Yud 1:5-11). Gambaran dua belas ciri kehidupan mereka menunjukkan bahwa mereka siap untuk menerima murka Allah (Yud 1:12-16). Orang percaya didorong untuk waspada dan untuk menaruh belas kasihan bercampur ketakutan bagi mereka yang goyah (Yud 1:20- 23). Yudas menutup suratnya dengan suatu peningkatan pengilhaman dalam ucapan berkatnya (Yud 1:24-25).
CIRI KHAS

Empat ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini berisi celaan yang paling blak-blakan dan bersemangat dari PB terhadap para guru palsu. Itu menggarisbawahi betapa seriusnya ancaman ajaran palsu terhadap iman yang sejati dan hidup yang kudus bagi segala angkatan.

(2) Surat ini menunjukkan kesenangan untuk memberikan ilustrasi dengan memakai rangkaian tiga  —  misalnya: tiga contoh penghukuman dalam PL (ayat #/TB Yud 1:5-7), tiga ciri guru palsu (ayat #/TB Yud 1:8), dan tiga contoh orang tidak kudus dalam PL (ayat #/TB Yud 1:11).

(3) Di bawah pengaruh penuh dari Roh Kudus, Yudas dengan leluasa menunjuk kepada sumber-sumber tertulis:

(a) Alkitab PL (ayat #/TB Yud 1:5-7,11),

(b) tradisi Yahudi (ayat #/TB Yud 1:9,14-15) dan

(c) 2 Petrus, serta mengutip langsung #/TB 2Pet 3:3, yang diakuinya sebagai berasal dari rasul-rasul (ayat #/TB Yud 1:17-18).

(4) Surat ini berisi ucapan berkat PB yang paling agung.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - YUDAS


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

3 YOHANES

LATAR BELAKANG

Penulis: Yohanes
Tema: Bertindak Dengan Setia
Tanggal Penulisan: 85-95 M

Yohanes, rasul yang dikasihi, sekali lagi menyebut dirinya "penatua" (ayat #/TB 3Yoh 1:1;

Lihat "PENDAHULUAN SURAT 2YOHANES" ).

Surat pribadi ini dialamatkan kepada seorang percaya yang setia bernama Gayus (ayat #/TB 3Yoh 1:1), barangkali anggota jemaat di salah satu gereja di daerah Asia Kecil. Seperti halnya surat Yohanes yang lain, surat ini kemungkinan besar ditulis dari Efesus pada bagian akhir tahun 80-an atau awal 90-an.

Mendekati akhir abad pertama Masehi, para pekerja keliling dari kota ke kota pada umumnya memperoleh sokongan dari orang percaya setempat dengan ditampung dan kemudian dibekali untuk meneruskan perjalanan mereka (ayat #/TB 3Yoh 1:5-8; bd. #/TB 2Yoh 1:10). Gayus merupakan salah seorang Kristen setia yang dengan murah hati menyokong dan menampung para pekerja keliling ini (ayat #/TB 3Yoh 1:1-8). Akan tetapi, ada seorang pemimpin bernama Diotrefes yang dengan sifat sombong menentang wibawa Yohanes dan menolak untuk menerima saudara-saudara seiman yang diutus Yohanes.




TUJUAN

Yohanes menulis surat ini untuk memuji Gayus atas kesetiaannya menyediakan tumpangan dan bantuan bagi para pekerja keliling yang dapat diandalkan, serta mengingatkan si pemberontak Diotrefes secara tidak langsung dan mempersiapkan jalan untuk kunjungannya sendiri.



SURVAI


Ada tiga orang yang disebut namanya di dalam surat ini.

(1) Gayus yang dipuji dengan hangat atas perilaku hidupnya yang saleh di dalam kebenaran (3Yoh 1:3-4) serta teladannya menyediakan tumpangan bagi saudara seiman yang berkeliling (3Yoh 1:5-8).

(2) Diotrefes, seorang pemimpin yang bersifat diktator, dikecam karena kesombongannya ("ingin menjadi orang terkemuka," 3Yoh1:9) beserta manifestasinya: menolak surat Yohanes yang dikirim sebelumnya (3Yoh 1:9), memfitnah Yohanes, menolak untuk menerima utusan-utusan Yohanes dan mengancam akan mengucilkan orang yang menerima mereka (3Yoh 1:10).

(3) Demetrius, yang mungkin pembawa surat ini atau seorang gembala sidang dalam suatu masyarakat sekitar situ, dipuji sebagai seorang yang mempunyai reputasi baik dan setia kepada kebenaran (3Yoh 1:12).
CIRI KHAS

Dua ciri utama menandai surat ini.

(1) Sekalipun singkat, surat ini memberikan pengertian mengenai beberapa segi sejarah gereja mula-mula menjelang akhir abad pertama.

(2) Terdapat beberapa persamaan mencolok di antara 2 Yohanes dengan surat ini. Meskipun demikian, kedua surat tersebut berbeda dalam satu aspek penting: 3 Yohanes menganjurkan penyediaan tumpangan dan bantuan bagi pekerja keliling yang dapat dipercaya, sedangkan 2 Yohanes mendorong agar tumpangan dan dukungan tidak disediakan bagi pekerja yang tidak dapat dipercaya sehingga orang percaya tidak dituduh mendukung perbuatan jahat.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 3 YOHANES


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

2 Yohanes

LATAR BELAKANG

Penulis: Yohanes
Tema: Berjalan Dalam Kebenaran
Tanggal Penulisan: 85-95 M

Penulis memperkenalkan dirinya sebagai "penatua" (ayat #/TB 2Yoh 1:1). Barangkali ini adalah gelar terhormat yang diberikan kepada rasul Yohanes sepanjang dua dasawarsa terakhir abad pertama karena usianya yang sudah lanjut dan kedudukannya yang sangat terhormat selaku satu-satunya rasul yang masih hidup.

Yohanes menulis surat ini kepada "Ibu yang terpilih dan anak-anaknya" (ayat #/TB 2Yoh 1:1). Beberapa orang menafsirkan "Ibu yang terpilih" ini secara kiasan sebagai suatu gereja lokal, "anak-anaknya" sebagai anggota jemaat, dan "anak-anak saudaramu yang terpilih" (ayat #/TB 2Yoh 1:13) sebagai jemaat tetangga. Orang lain lagi menafsirkan istilah ini secara harfiah sebagai seorang janda terhormat yang dikenal Yohanes dalam sebuah jemaat lokal di Asia Kecil yang di bawah pengawasan rohani Yohanes. Keluarganya (ayat #/TB 2Yoh 1:1) dan keluarga saudaranya (ayat #/TB 2Yoh 1:13) adalah orang terkenal dalam gereja-gereja di wilayah itu. Sebagaimana surat Yohanes lainnya, 2 Yohanes tampaknya ditulis dari Efesus pada akhir tahun 80-an atau awal 90-an.



TUJUAN

Yohanes menulis surat ini untuk mengingatkan "Ibu yang terpilih" itu tentang hal memberi tumpangan, salam atau sokongan kepada pekerja keliling (guru, penginjil, dan nabi) yang sudah menyimpang dari kebenaran rasuli dan menyebarkan ajaran palsu, agar dia tidak ikut berperan dalam menyebarkan ajaran yang salah sehingga ikut bersalah. Surat ini mengecam ajaran palsu yang sama dengan yang dikecam dalam surat 1 Yohanes.


SURVAI


Surat ini menggarisbawahi suatu peringatan yang juga terdapat dalam 1 Yohanes mengenai bahaya guru palsu yang menyangkal penjelmaan Yesus Kristus dan menyimpang dari berita rasuli (2Yoh 1:7-8). Yohanes memuji "Ibu yang terpilih" dan anak-anaknya yang "hidup dalam kebenaran" (2Yoh 1:4). Kasih yang sejati terwujud dalam menaati perintah Kristus dan mengasihi sesama (2Yoh 1:6). Kasih Kristen harus membedakan di antara kebenaran dan kesalahan dan tidak membuka pintu bagi guru palsu (2Yoh 1:7-9). Menerima guru palsu dengan ramah berarti berpartisipasi dalam kesalahan mereka (2Yoh 1:10-11). Surat ini singkat karena Yohanes merencanakan untuk berkunjung kepada ibu ini untuk berbicara "berhadapan muka" ( 2Yoh 1:12).
CIRI KHAS

Tiga ciri utama menandai surat ini:

(1) Surat ini merupakan kitab terpendek dalam PB.

(2) Surat ini sangat mirip dengan 1 dan 3 Yohanes dalam berita, kosakata dan gaya penulisannya yang sederhana.

(3) Surat ini memberikan keseimbangan yang penting bagi berita surat 3 Yohanes dengan memperingatkan terhadap dukungan yang sembarangan kepada pekerja yang bukan dari jemaat sendiri. Surat ini mendorong supaya memakai kebijaksanaan saksama dengan mengingat ajaran Kristus dan para rasul sebelum membantu pekerja tersebut.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 2 Yohanes


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

2 PETRUS

LATAR BELAKANG

Penulis: Petrus
Tema: Menderita bagi Kristus
Tanggal Penulisan: 60-63 M

Surat ini merupakan yang pertama dari dua surat PB yang ditulis oleh rasul Petrus (#/TB 1Pet 1:1; 2Pet 1:1*). Petrus mengakui bahwa surat pertama ini ditulis dengan bantuan Silas (Yun. _Silvanus_) sebagai juru tulisnya (#/TB 1Pet 5:12*). Kemahiran Silas dalam bahasa Yunani dan gaya menulis tercermin di dalam surat ini, sedangkan bahasa Petrus yang kurang halus tampak dalam surat 2 Petrus. Nada dan isi surat ini cocok dengan apa yang kita ketahui tentang Simon Petrus. Persekutuannya yang akrab dengan Tuhan Yesus selama bertahun-tahun melandasi ingatannya kembali akan kematian (#/TB 1Pet 1:11,19; 2:21-24; 3:18; 5:1*) dan kebangkitan Yesus (#/TB 1Pet 1:3,21; 3:21*); secara tidak langsung Petrus tampaknya juga menunjuk kepada penampakan diri Yesus kepadanya di Galilea setelah kebangkitan (#/TB 1Pet 2:25; 5:2a; bd. #/TB Yoh 21:15- 23*). Tambahan lagi, terdapat banyak persamaan di antara surat ini dengan khotbah-khotbah Petrus yang tercatat dalam Kisah Para Rasul.

Petrus mengalamatkan surat ini kepada "orang-orang pendatang yang tersebar" di seluruh propinsi Asia Kecil kekaisaran Romawi (#/TB 1Pet 1:1*). Beberapa di antara mereka ini mungkin adalah orang bertobat yang menanggapi khotbahnya pada hari Pentakosta dan telah kembali ke kota masing-masing dengan iman yang baru (bd. #/TB Kis 2:9-11*). Orang percaya ini disebut "pendatang dan perantau" (#/TB 1Pet 2:11*) untuk mengingatkan mereka bahwa perziarahan mereka sebagai orang Kristen adalah di dalam dunia yang membenci Yesus Kristus dan mereka dapat mengalami penganiayaan darinya. Mungkin Petrus menulis surat ini sebagai tanggapan terhadap laporan dari orang percaya di Asia Kecil tentang peningkatan perlawanan (#/TB 1Pet 4:12-16*) yang belum didukung resmi oleh pemerintah (#/TB 1Pet 2:12-17*).

Petrus menulis dari "Babilon" (#/TB 1Pet 5:13*). Kata ini dapat ditafsirkan secara harfiah sebagai negara Babilon di Mesopotamia atau sebagai ungkapan kiasan untuk Roma, pusat tertinggi dari kefasikan abad pertama. Walaupun Petrus mungkin satu kali berkunjung ke tempat penampungan golongan Yahudi-ortodoks yang besar di Babilon, kita dapat lebih mudah menerangkan bahwa Petrus, Silas (#/TB 1Pet 5:12), dan Markus (#/TB 1Pet 5:13*) sedang bersama-sama di Roma (#/TB Kol 4:10*; bd. pernyataan Papias mengenai Petrus dan Markus di Roma) pada awal dasawarsa 60-an dan bukan di Babilonia. Kemungkinan besar Petrus menulis dari Roma pada tahun 60-63 M, pasti sebelum pertumpahan darah yang mengerikan oleh Nero dimulai (th. 64 M).
TUJUAN

Petrus menulis surat pengharapan yang penuh
dengan sukacita ini untuk memberikan kepada orang percaya pandangan yang
ilahi dan abadi bagi kehidupan di bumi dan untuk memberikan bimbingan
praktis kepada mereka yang mulai mengalami penderitaan yang berat
sebagai orang Kristen di dalam masyarakat kafir. Petrus khawatir
kalau-kalau orang percaya membangkitkan ketidaksenangan pemerintah dan
menasihatkan mereka untuk mengikuti teladan Yesus dalam menderita dengan
tidak bersalah, benar, dan luhur.


SURVEI


1 Petrus mulai dengan mengingatkan orang percaya

(1) bahwa mereka mempunyai suatu panggilan yang mulia dan warisan sorgawi di dalam Yesus Kristus (#/TB 1Pet 1:2-5*);

(2) bahwa iman dan kasih mereka di dalam hidup ini akan diuji dan dimurnikan sehingga akan mengakibatkan pujian, hormat, dan kemuliaan pada saat kedatangan Tuhan (#/TB 1Pet 1:6-9*);

(3) bahwa keselamatan yang besar ini sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi PL (#/TB 1Pet 1:10-12*); dan

(4) bahwa orang percaya harus hidup kudus, jelas berbeda dari dunia yang tidak selamat di sekitar mereka (1Pet 1:13-21*). Orang percaya, yang terpilih dan dikuduskan (1Pet 1:2*) merupakan bayi-bayi yang bertumbuh yang memerlukan susu murni Firman Allah (1Pet 2:1-3*), batu-batu hidup yang sedang dibangun menjadi suatu rumah rohani (1Pet 2:4-10*), dan orang asing yang mengembara melewati negara asing (#/TB 1Pet 2:11-12*); mereka harus hidup dengan hormat dan rendah hati dalam hubungan mereka dengan setiap orang selama perjalanan ini (1Pet 2:13- 3:12*).

Amanat 1 Petrus terutama berkaitan dengan sikap patuh dan menderita karena kebenaran bagi Kristus dan menurut teladan-Nya sendiri (1Pet 2:18-24*; 1Pet 3:9-5:11*). Petrus meyakinkan orang percaya bahwa apabila mereka menderita karena kebenaran, maka mereka akan disenangi oleh Tuhan dan mendapat pahala. Di dalam konteks pengajaran mengenai menderita karena Kristus ini, Petrus menekankan tema-tema yang saling berhubungan dari keselamatan, pengharapan, kasih, sukacita, iman, kekudusan, kerendahan hati, takut akan Allah, ketaatan, dan ketundukan.
CIRI KHAS

Lima ciri utama menandai surat ini.

(1) Bersama dengan surat Ibrani dan kitab Wahyu, berita surat ini berkisar pada orang percaya yang menghadapi kemungkinan penganiayaan yang berat karena persatuan mereka dengan Yesus Kristus.

(2) Surat ini memberikan pengarahan praktis bagaimana orang Kristen harus menanggapi penganiayaan dan penderitaan yang tidak adil, lebih daripada kitab lainnya dalam PB (#/TB 1Pet 3:9-5:11*).

(3) Petrus menekankan kebenaran bahwa orang percaya adalah pendatang dan perantau di dunia ini (#/TB 1Pet 1:1; 2:11*).

(4) Banyak nama untuk umat Allah dari PL digunakan untuk orang percaya PB (mis. #/TB 1Pet 2:5,9-10*).

(5) Surat ini berisi ayat PB yang paling sulit ditafsirkan: kapan, di mana, dan bagaimana Yesus "memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,  …  pada waktu Nuh" (#/TB 1Pet 3:19-20*).


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 2 PETRUS


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

1 PETRUS

LATAR BELAKANG

Penulis: Petrus
Tema: Menderita bagi Kristus
Tanggal Penulisan: 60-63 M

Surat ini merupakan yang pertama dari dua surat PB yang ditulis oleh rasul Petrus (#/TB 1Pet 1:1; 2Pet 1:1*). Petrus mengakui bahwa surat pertama ini ditulis dengan bantuan Silas (Yun. _Silvanus_) sebagai juru tulisnya (#/TB 1Pet 5:12*). Kemahiran Silas dalam bahasa Yunani dan gaya menulis tercermin di dalam surat ini, sedangkan bahasa Petrus yang kurang halus tampak dalam surat 2 Petrus. Nada dan isi surat ini cocok dengan apa yang kita ketahui tentang Simon Petrus. Persekutuannya yang akrab dengan Tuhan Yesus selama bertahun-tahun melandasi ingatannya kembali akan kematian (#/TB 1Pet 1:11,19; 2:21-24; 3:18; 5:1*) dan kebangkitan Yesus (#/TB 1Pet 1:3,21; 3:21*); secara tidak langsung Petrus tampaknya juga menunjuk kepada penampakan diri Yesus kepadanya di Galilea setelah kebangkitan (#/TB 1Pet 2:25; 5:2a; bd. #/TB Yoh 21:15- 23*). Tambahan lagi, terdapat banyak persamaan di antara surat ini dengan khotbah-khotbah Petrus yang tercatat dalam Kisah Para Rasul.

Petrus mengalamatkan surat ini kepada "orang-orang pendatang yang tersebar" di seluruh propinsi Asia Kecil kekaisaran Romawi (#/TB 1Pet 1:1*). Beberapa di antara mereka ini mungkin adalah orang bertobat yang menanggapi khotbahnya pada hari Pentakosta dan telah kembali ke kota masing-masing dengan iman yang baru (bd. #/TB Kis 2:9-11*). Orang percaya ini disebut "pendatang dan perantau" (#/TB 1Pet 2:11*) untuk mengingatkan mereka bahwa perziarahan mereka sebagai orang Kristen adalah di dalam dunia yang membenci Yesus Kristus dan mereka dapat mengalami penganiayaan darinya. Mungkin Petrus menulis surat ini sebagai tanggapan terhadap laporan dari orang percaya di Asia Kecil tentang peningkatan perlawanan (#/TB 1Pet 4:12-16*) yang belum didukung resmi oleh pemerintah (#/TB 1Pet 2:12-17*).

Petrus menulis dari "Babilon" (#/TB 1Pet 5:13*). Kata ini dapat ditafsirkan secara harfiah sebagai negara Babilon di Mesopotamia atau sebagai ungkapan kiasan untuk Roma, pusat tertinggi dari kefasikan abad pertama. Walaupun Petrus mungkin satu kali berkunjung ke tempat penampungan golongan Yahudi-ortodoks yang besar di Babilon, kita dapat lebih mudah menerangkan bahwa Petrus, Silas (#/TB 1Pet 5:12), dan Markus (#/TB 1Pet 5:13*) sedang bersama-sama di Roma (#/TB Kol 4:10*; bd. pernyataan Papias mengenai Petrus dan Markus di Roma) pada awal dasawarsa 60-an dan bukan di Babilonia. Kemungkinan besar Petrus menulis dari Roma pada tahun 60-63 M, pasti sebelum pertumpahan darah yang mengerikan oleh Nero dimulai (th. 64 M).
TUJUAN

Petrus menulis surat pengharapan yang penuh dengan sukacita ini untuk memberikan kepada orang percaya pandangan yang ilahi dan abadi bagi kehidupan di bumi dan untuk memberikan bimbingan praktis kepada mereka yang mulai mengalami penderitaan yang berat sebagai orang Kristen di dalam masyarakat kafir. Petrus khawatir kalau-kalau orang percaya membangkitkan ketidaksenangan pemerintah dan menasihatkan mereka untuk mengikuti teladan Yesus dalam menderita dengan tidak bersalah, benar, dan luhur.


SURVAI


1 Petrus mulai dengan mengingatkan orang percaya

(1) bahwa mereka mempunyai suatu panggilan yang mulia dan warisan sorgawi di dalam Yesus Kristus (#/TB 1Pet 1:2-5*);

(2) bahwa iman dan kasih mereka di dalam hidup ini akan diuji dan dimurnikan sehingga akan mengakibatkan pujian, hormat, dan kemuliaan pada saat kedatangan Tuhan (#/TB 1Pet 1:6-9*);

(3) bahwa keselamatan yang besar ini sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi PL (#/TB 1Pet 1:10-12*); dan

(4) bahwa orang percaya harus hidup kudus, jelas berbeda dari dunia yang tidak selamat di sekitar mereka (#/TB 1Pet 1:13-21*). Orang percaya, yang terpilih dan dikuduskan (#/TB 1Pet 1:2*) merupakan bayi-bayi yang bertumbuh yang memerlukan susu murni Firman Allah (#/TB 1Pet 2:1-3*), batu-batu hidup yang sedang dibangun menjadi suatu rumah rohani (#/TB 1Pet 2:4-10*), dan orang asing yang mengembara melewati negara asing (#/TB 1Pet 2:11-12*); mereka harus hidup dengan hormat dan rendah hati dalam hubungan mereka dengan setiap orang selama perjalanan ini (#/TB 1Pet 2:13- 3:12*).

Amanat 1 Petrus terutama berkaitan dengan sikap patuh dan menderita karena kebenaran bagi Kristus dan menurut teladan-Nya sendiri (#/TB 1Pet 2:18-24*; #/TB 1Pet 3:9-5:11*). Petrus meyakinkan orang percaya bahwa apabila mereka menderita karena kebenaran, maka mereka akan disenangi oleh Tuhan dan mendapat pahala. Di dalam konteks pengajaran mengenai menderita karena Kristus ini, Petrus menekankan tema-tema yang saling berhubungan dari keselamatan, pengharapan, kasih, sukacita, iman, kekudusan, kerendahan hati, takut akan Allah, ketaatan, dan ketundukan.
CIRI KHAS

Lima ciri utama menandai surat ini.

(1) Bersama dengan surat Ibrani dan kitab Wahyu, berita surat ini berkisar pada orang percaya yang menghadapi kemungkinan penganiayaan yang berat karena persatuan mereka dengan Yesus Kristus.

(2) Surat ini memberikan pengarahan praktis bagaimana orang Kristen harus menanggapi penganiayaan dan penderitaan yang tidak adil, lebih daripada kitab lainnya dalam PB (#/TB 1Pet 3:9-5:11*).

(3) Petrus menekankan kebenaran bahwa orang percaya adalah pendatang dan perantau di dunia ini (#/TB 1Pet 1:1; 2:11*).

(4) Banyak nama untuk umat Allah dari PL digunakan untuk orang percaya PB (mis. #/TB 1Pet 2:5,9-10*).

(5) Surat ini berisi ayat PB yang paling sulit ditafsirkan: kapan, di mana, dan bagaimana Yesus "memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,  …  pada waktu Nuh" (#/TB 1Pet 3:19-20*).
Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 1 PETRUS


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

YAKOBUS

LATAR BELAKANG

Penulis: Yakobus
Tema: Iman yang Berhasil Guna
Tanggal Penulisan: Tahun 45-49 M

Surat ini tergolong "surat-surat umum" karena pada mulanya dialamatkan kepada suatu sidang pembaca yang lebih luas daripada jemaat lokal. Salam "kepada kedua belas suku di perantauan" (#/TB Yak 1:1*), dan juga petunjuk-petunjuk lainnya (#/TB Yak 2:19,21*) menunjukkan bahwa surat ini pada mulanya ditulis kepada orang Kristen Yahudi yang tinggal di luar Palestina. Mungkin para penerima surat ini termasuk orang-orang pertama yang bertobat di Jerusalem dan, setelah Stefanus mati syahid terserak oleh penganiayaan (#/TB Kis 8:1*) sejauh Fenisia, Siprus, Antiokhia dan lebih jauh lagi (#/TB Kis 11:19*). Hal ini menerangkan

(1) mengapa pembukaan surat ini menekankan hal menanggung dengan sukacita pencobaan yang menguji iman dan menuntut ketabahan (#/TB Yak 1:2-12*),

(2) pengetahuan pribadi Yakobus tentang orang percaya yang "terserak" itu, dan

(3) nada yang berwibawa dari surat ini. Sebagai pemimpin gereja di Yerusalem, Yakobus sedang menulis surat kepada domba-dombanya yang berserakan.

Terkenalnya pengarang ditunjukkan oleh cara ia menyebut dirinya, yaitu hanya "Yakobus" (#/TB Yak 1:1*). Yakobus, saudara tiri Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, pada umumnya dipandang sebagai penulis surat ini. Pidatonya dalam sidang di Yerusalem (#/TB Kis 15:13-21*) dan gambaran mengenai dirinya di bagian lain dalam PB (mis. #/TB Kis 12:17; 21:18*; #/TB Gal 1:19; 2:9,12; 1Kor 15:7*) sangat cocok dengan apa yang diketahui mengenai penulis surat ini. Sangat mungkin Yakobus menulis surat ini pada dasawarsa 40-an. Tanggal yang agak dini untuk penulisan surat ini ditunjukkan oleh berbagai faktor, seperti kenyataan bahwa Yakobus menyebutkan istilah Yunani synagoge untuk menunjuk tempat pertemuan orang Kristen (#/TB Yak 2:2*). Menurut keterangan sejarawan Yahudi, Yosefus, Yakobus, saudara tiri Tuhan mati syahid di Yerusalem tahun 62 M.



TUJUAN


Yakobus menulis

(1) untuk membangun semangat orang percaya Yahudi yang sedang menderita berbagai pencobaan yang menguji iman mereka,

(2) untuk memperbaiki berbagai pengertian yang salah mengenai sifat iman yang menyelamatkan, dan

(3) untuk menasihatkan dan membina pembacanya mengenai hasil-hasil praktis iman mereka dalam hidup yang benar dan perbuatan yang baik.
SURVEI


Surat ini membahas serangkaian pokok yang cukup beragam berkaitan dengan menjalankan kehidupan Kristen yang sejati. Yakobus mendorong orang percaya untuk menanggung pencobaan dengan sukacita dan menarik manfaat daripadanya (#/TB Yak 1:2-11); melawan godaan (Yak 1:12-18*); menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar (#/TB Yak 1:19-27*); serta menunjukkan iman yang aktif dan bukan pengakuan yang kosong (#/TB Yak 2:14-26*). Yakobus dengan sungguh- sungguh mengingatkan tentang berdosanya lidah yang sukar dikendalikan (#/TB Yak 3:1-12; 4:11-12), hikmat duniawi (Yak 3:13-16*), kelakuan berdosa (#/TB Yak 4:1-10*), kehidupan yang congkak (#/TB Yak 4:13-17*) dan kekayaan yang mementingkan diri sendiri (#/TB Yak 5:1-6*). Yakobus menutup dengan menekankan kesabaran, doa, dan memulihkan mereka yang sudah mundur (#/TB Yak 5:7-20*).

Sepanjang kelima pasal ini, hubungan di antara iman yang benar dan kehidupan yang saleh ditekankan. Iman yang sejati adalah:

-iman yang teruji (#/TB Yak 1:2-16*),

-aktif (#/TB Yak 1:19-27*),

-mengasihi sesama seperti dirinya sendiri (#/TB Yak 2:1-13*),

-menyatakan diri dalam perbuatan baik (#/TB Yak 2:14-26*),

-menguasai lidah dengan benar (#/TB Yak 3:1-12*),
-mencari hikmat Allah (#/TB Yak 3:13-18*),

-tunduk kepada Allah selaku hakim yang adil (#/TB Yak 4:1-12*),

-mempercayai Allah dalam kehidupan sehari-hari (#/TB Yak 4:13-17*),

-tidak mementingkan diri atau memuaskan keinginan sendiri (#/TB Yak 5:1-6*),

-sabar dalam penderitaan (#/TB Yak 5:7-12*), dan
-tekun dalam doa (#/TB Yak 5:13-20*).






CIRI KHAS


Tujuh ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini kemungkinan besar merupakan kitab PB yang pertama-tama ditulis.

(2) Walaupun hanya dua kali menyebut nama Kristus, surat ini lebih banyak berisi kenangan akan ajaran Yesus, termasuk setidak-tidaknya 15 petunjuk kepada Khotbah di Bukit, lebih dari semua surat PB tergabung.

(3) Dari 108 ayatnya, lebih daripada separuhnya adalah perintah.

(4) Dalam banyak hal, surat ini merupakan Amsal PB karena

(a) penuh dengan hikmat ilahi dan instruksi praktis untuk menjalankan kehidupan Kristen yang sejati dan

(b) ditulis dengan gaya penulisan yang tegas dan tepat, dengan perintah yang singkat dan analogi yang hidup.

(5) Yakobus adalah pengamat cermat tentang cara bekerjanya alam dan tabiat manusia berdosa. Dia sering kali menarik pelajaran dari alam untuk menyingkapkan tabiat manusia berdosa (mis. #/TB Yak 3:1-12*).

(6) Surat ini lebih menekankan hubungan di antara iman dengan perbuatan daripada kitab PB lainnya (khususnya: #/TB Yak 2:14-16*).

(7) Yakobus sering kali disebut sebagai Amos PB, karena dia dengan bersemangat membahas persoalan ketidakadilan dan ketidaksetaraan sosial.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - YAKOBUS


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

IBRANI

LATAR BELAKANG

Penulis: Tidak Disebutkan
Tema: Perjanjian yang Lebih Baik
Tanggal Penulisan: 67-69 M (tidak dapat dipastikan)

Tidak diketahui kepada siapa surat ini dialamatkan, sekalipun Roma merupakan kemungkinan. Judul kitab ini di dalam naskah-naskah Yunani yang tertua hanyalah, "Kepada Orang Ibrani." Sekalipun demikian isi surat ini menunjukkan bahwa surat ini ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi. Penggunaan Septuaginta (Alkitab PL dalam bahasa Yunani) oleh penulis ketika mengutip PL menunjukkan bahwa para penerima surat ini mungkin adalah orang-orang Yahudi berbahasa Yunani yang tinggal di luar Palestina. Kalimat "terimalah salam dari saudara-saudara di Italia" (versi Inggris NIV  — " mereka dari Italia mengirim salam" #/TB Ibr 13:24*) mungkin sekali berarti bahwa penulis sedang menulis kepada orang-orang yang tinggal di Roma dan mencantumkan salam dari orang-orang percaya dari Italia yang dalam perantauan. Para penerima surat ini mungkin terdiri atas kelompok-kelompok persekutuan rumah yang merupakan bagian dari jemaat gereja yang lebih luas di Roma. Beberapa di antaranya mulai menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan iman mereka kepada Yesus dan kembali kepada kepercayaan Yahudi mereka sebelumnya, karena mereka dianiaya dan putus asa.

Penulis Surat Ibrani ini tidak disebutkan baik dalam judul kitab yang semula maupun sepanjang surat ini, sekalipun ia merupakan tokoh yang cukup dikenal pembacanya (#/TB Ibr 13:18-24*). Oleh karena satu dan lain alasan, identitas penulis hilang sekitar akhir abad pertama. Selanjutnya dalam tradisi gerejani mula-mula (abad ke-2 sampai ke-4) muncul berbagai pendapat mengenai orang yang mungkin merupakan penulis surat ini. Pendapat bahwa Paulus menulis surat ini baru tersebar luas pada abad ke-5.

Banyak ahli PB yang berpandangan konservatif dewasa ini beranggapan bahwa Paulus tidak mungkin menulis surat ini karena gaya penulisan yang halus dan bercorak Aleksandria, ketergantungan pada Septuaginta, cara memperkenalkan kutipan-kutipan PL, cara berargumentasi dan gaya mengajar, susunan argumentasi dan hal tidak menyebutkan dirinya itu bukan merupakan gaya Paulus. Lagi pula, Paulus senantiasa menunjuk kepada penyataan yang langsung diperolehnya dari Kristus (bd. #/TB Gal 1:11-12*), sedangkan penulis surat ini menempatkan dirinya di antara orang-orang Kristen angkatan kedua yang memperoleh keyakinan Injil karena kesaksian para saksi mata pelayanan Yesus (#/TB Ibr 2:3*). Di antara tokoh-tokoh PB yang namanya disebut, gambaran Lukas mengenai Apolos dalam #/TB Kis 18:24-28* paling cocok dengan keadaan penulis surat ini.

Terlepas dari siapa penulis surat ini, hal ini dapat dipastikan: penulis menulis dengan kepenuhan Roh dan wawasan, penyataan dan wibawa yang rasuli. Karena dalam Surat Ibrani penghancuran Bait Suci di Yerusalem dan ibadah di bawah pimpinan para imam Lewi tidak disebut maka ada anggapan yang kuat bahwa surat ini ditulis sebelum tahun 70 M.
TUJUAN

Surat Ibrani terutama ditulis kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan dan keputusasaan. Penulis berusaha untuk memperkuat iman mereka kepada Kristus dengan menjelaskan secara teliti keunggulan dan ketegasan penyataan Allah dan penebusan di dalam Yesus Kristus. Ia menunjukkan bahwa penyediaan penebusan di bawah perjanjian yang lama sudah digenapi dan tidak terpakai lagi karena Yesus telah datang dan menetapkan suatu perjanjian yang baru oleh kematian-Nya yang mengerjakan perdamaian. Penulis menantang para pembacanya

(1) untuk tetap mempertahankan pengakuan mereka terhadap Kristus hingga pada kesudahannya,

(2) untuk maju terus menuju kedewasaan rohani dan

(3) untuk tidak kembali kepada kehidupan di bawah hukuman dengan cara meninggalkan kepercayaan kepada Yesus Kristus.



SURVAI


Surat Ibrani ini lebih mirip dengan suatu khotbah daripada sebuah surat. Penulis menggambarkan karyanya ini sebagai "kata-kata nasihat" (#/TB Ibr 13:22*). Surat ini terdiri atas tiga bagian utama.

(1) Pertama, Yesus sebagai Putra Allah yang penuh kuasa (#/TB Ibr 1:1-3*) dinyatakan sebagai penyataan Allah yang sempurna kepada umat manusia  —  lebih tinggi daripada para nabi (#/TB Ibr 1:1-3*), malaikat (#/TB Ibr 1:4- 2:18), Musa (Ibr 3:1-6) dan Yosua (Ibr 4:1-11*). Di dalam bagian ini terdapat suatu peringatan yang sungguh-sungguh mengenai berbagai akibat apabila kita secara rohani makin menjauh dari iman atau mengeraskan hati dalam ketidakpercayaan (#/TB Ibr 2:1-3; 3:7-4:2*).

(2) Bagian yang kedua menampilkan Yesus sebagai Imam Besar dengan kualifikasi (#/TB Ibr 4:14-5:10; 6:19-7:25), watak (Ibr 7:26-28*), dan pelayanan (#/TB Ibr 8:1-10:18*) yang sempurna dan abadi. Di bagian ini diberikan suatu peringatan yang sungguh-sungguh mengenai ketidakdewasaan rohani atau bahkan "kemurtadan" setelah mengambil bagian di dalam Kristus (#/TB Ibr 5:11- 6:12*).

(3) Bagian yang terakhir (#/TB Ibr 10:19-13:17*) dengan tegas mendorong orang-orang percaya agar tetap tabah dalam keselamatan, iman, penderitaan, dan kekudusan.
CIRI KHAS

Delapan ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini unik di antara surat-surat PB karena bentuknya, "surat ini berawal seperti sebuah risalah, dilanjutkan bagaikan khotbah, dan diakhiri seperti surat" (Origenes).

(2) Di antara semua kitab PB surat ini menggunakan bahasa yang paling halus, paling mendekati gaya penulisan Yunani klasik daripada penulis PB lainnya (mungkin kecuali Lukas dalam #/TB Luk 1:1-4*).

(3) Inilah satu-satunya kitab PB yang mengembangkan konsep pelayanan Yesus sebagai Imam Besar.

(4) Ajarannya tentang Kristus ini sangat kaya variasi, dan memakai lebih daripada dua puluh nama dan gelar untuk Kristus.

(5) Kata kuncinya adalah "lebih baik" (dipakai tiga belas kali). Yesus lebih baik daripada para malaikat dan semua tokoh perantara PL. Ia memberikan perhentian, perjanjian, pengharapan, keimaman, korban pendamaian, dan janji- janji yang lebih baik.

(6) Surat ini berisi pasal yang paling menonjol dalam Alkitab mengenai iman (pasal 11; #/TB Ibr 11:1-40*).

(7) Kitab ini sarat dengan kutipan dan petunjuk kepada PL sehingga memberikan pengertian yang berharga mengenai penafsiran umat Kristen mula-mula terhadap sejarah dan ibadah PL, khususnya dalam bidang lambang-lambang.

(8) Surat ini memberikan lebih banyak peringatan mengenai bahaya-bahaya kemurtadan rohani daripada kitab lainnya dalam PB.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - IBRANI


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

FILEMON

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Perdamaian
Tanggal Penulisan: Sekitar 62 M

Paulus menulis "surat penjara" ini (ayat Fil 1:1,9*) sebagai surat pribadi kepada seorang bernama Filemon, kemungkinan besar sementara masa penahanan yang pertama di Roma (Kis 28:16-31*). Nama-nama sama yang disebut dalam Filemon (ayat File 1:1-2,10,23-24*) dan Kolose ( Kol 4:9-10,12,14,17*) menunjukkan bahwa Filemon tinggal di Kolose, dan kedua surat ini ditulis dan diantarkan pada waktu yang sama.

Filemon menjadi pemilik hamba (ayat File 1:16*) dan anggota gereja di Kolose (bd. ayat File 1:1-2 dengan Kol 4:17*), mungkin ia bertobat dibawah pelayanan Paulus (ayat File 1:19*). Onesimus menjadi hamba Filemon yang telah lari ke Roma; di situ dia kenal Paulus, yang membawa dia kepada Kristus. Suatu ikatan persahabatan yang kuat berkembang di antara mereka (ayat File 1:9-13*). Sekarang dengan segan Paulus mengirim Onesimus kembali kepada Filemon, ditemani oleh Tikhikus, teman sekerja Paulus, bersama dengan surat ini (bd. Kol 4:7-9*).


TUJUAN


Paulus menyurati Filemon untuk mengurus persoalan khusus tentang hambanya Onesimus yang telah melarikan diri. Menurut hukum Romawi, hamba yang melarikan diri dapat dihukum mati. Paulus menjadi perantara untuk Onesimus dengan Filemon dan memohon supaya Onesimus diterima kembali secara ramah sebagai orang percaya dan sahabat Paulus, dengan kasih yang sama sebagaimana dia akan menerima Paulus sendiri.
URVEI

Permohonan Paulus adalah sebagai berikut:

(1) Dia memohon dengan sangat supaya Filemon, sebagai saudara dalam Kristus (ayat #/TB File 1:8-9,20-21*) menerima Onesimus kembali, bukan sebagai hamba tetapi sebagai saudara dalam Kristus (ayat #/TB File 1:15-16*).

(2) Paulus menyatakan bahwa Onesimus (yang artinya "berguna") yang dahulu "tidak berguna," tetapi sekarang "berguna" bagi Paulus dan Filemon (ayat #/TB File 1:10-12*).

(3) Paulus ingin Onesimus dapat tinggal di Roma, tetapi sebaliknya mengirimnya kembali kepada tuan yang memilikinya (ayat #/TB File 1:13-14*).

(4) Paulus menawarkan diri sebagai pengganti untuk hutang Onesimus dan mengingatkan Filemon tentang hutang budinya kepada Paulus (ayat #/TB File 1:17-19*). Surat ditutup dengan salam dari beberapa teman sekerja di Roma (ayat #/TB File 1:23-24*) dan pengucapan syukur (ayat #/TB File 1:25*).




CIRI KHAS

Tiga ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini adalah yang terpendek di antara surat-surat Paulus.

(2) Lebih dari lain bagian PB, surat ini menjelaskan bagaimana Paulus dan gereja mula-mula menghadapi persoalan perbudakan Roma. Daripada menyerang langsung atau menimbulkan pemberontakan bersenjata, Paulus mengemukakan prinsip Kristen yang menyingkirkan kekerasan dari perbudakan Roma dan akhirnya menghapuskannya sama sekali antara orang Kristen.

(3) Surat ini memberikan pengertian unik ke dalam kehidupan Paulus, karena dia begitu erat manunggal dengan seorang hamba sehingga Onesimus disebut "buah hatiku" (ayat #/TB File 1:12*).


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - FILEMON


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

TITUS

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Ajaran yang Benar dan Kebajikan
Tanggal Penulisan: Sekitar 65-66 M

Seperti halnya 1 dan 2 Timotius, Titus adalah surat pribadi dari Paulus kepada salah seorang pembantu mudanya. Surat ini disebut "Surat Penggembalaan" karena membahas masalah yang berkaitan dengan peraturan gereja dan pelayanannya. Titus, seorang bertobat bukan Yahudi (Gal 2:3*), menjadi pendamping dekat Paulus dalam pelayanan rasuli. Walaupun namanya tidak disebutkan dalam Kisah Para Rasul (mungkin karena ia saudara Lukas) hubungan erat dengan Paulus ditunjukkan dengan

(1) disebutnya Titus sebanyak 13 kali dalam surat-surat Paulus,

(2) dia adalah orang yang bertobat dalam pelayanan Paulus dan anak rohaninya (Tit 1:4*) dan seperti Timotius menjadi teman sekerja Paulus yang terpercaya dalam pelayanan (#/TB 2Kor 8:23*),

(3) dijadikannya wakil Paulus setidaknya untuk satu tugas penting ke Korintus selama perjalanan misi ketiga Paulus (2Kor 2:12-13; 7:6-15*;  2Kor 8:6,16-24*), dan


(4) pelayanannya sebagai teman sekerja Paulus di Kreta (Tit 1:5*).

Paulus dan Titus bekerja bersama-sama dalam waktu singkat di Kreta (barat daya Asia Kecil di Laut Tengah) antara pemenjaraan Paulus yang pertama dengan yang kedua (Lihat "PENDAHULUAN SURAT 1TIMOTIUS" ).

Paulus menugaskan Titus untuk melanjutkan pelayanannya di antara orang Kreta (Tit 1:5*), sedangkan dia sendiri melanjutkan perjalanan ke Makedonia (bd. 1Tim 1:3*). Tidak lama sesudah peristiwa itu, Paulus menulis surat ini kepada Titus, menginstruksikan dia untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah mereka awali bersama. Mungkin surat ini dititipkan kepada Zenas dan Apolos yang akan melewati Kreta (Tit 3:13*).

Dalam surat ini Paulus meyampaikan rencananya untuk mengirim Artemas atau Tikhikus dengan segera untuk menggantikan Titus, karena setelah itu Titus harus ikut serta dengan Paulus di Nikopolis (Yunani), tempat yang direncanakan menjadi tempat tinggal Paulus selama musim dingin (Tit 3:12*). Kita mengetahui bahwa rencana ini terlaksana (bd. 2Tim 4:10*) karena Paulus kemudian menugaskan Titus di Dalmatia (Yugoslavia sebelum pecah).
TUJUAN

Paulus menulis surat ini kepada Titus terutama untuk menugaskan Titus


(1) menata apa yang ditinggalkan Paulus di Kreta, termasuk penetapan penatua (#/TB Tit 1:5*);

(2) membantu jemaat tumbuh dalam iman, pengetahuan akan kebenaran, dan kesalehan (#/TB Tit 1:1*);

(3) membungkam guru-guru palsu (#/TB Tit 1:11*); dan

(4) datang kepada Paulus setelah ia diganti oleh Artemas atau Tikhikus (#/TB Tit 3:12*).



SURVAI


Paulus membahas empat pokok utama di dalam surat ini.

(1) Dia menginstruksikan Titus mengenai tabiat dan syarat rohani yang diperlukan mereka yang akan dipilih menjadi penatua (penilik jemaat) di dalam gereja. Penatua haruslah orang saleh yang sifatnya terbukti, berhasil menuntun keluarganya sendiri (#/TB Tit 1:5-9*).

(2) Paulus menyuruh Titus mengajarkan doktrin yang benar serta membungkam dan menegur para guru palsu (#/TB Tit 1:10-2:1*). Di dalam surat ini Paulus memberikan dua rangkuman tentang ajaran yang sehat (#/TB Tit 2:11-14; 3:4-7*).

(3) Paulus menggambarkan untuk Titus (bd. #/TB 1Tim 5:1-6:2*) peranan yang patut untuk laki-laki yang sudah lanjut usia (#/TB Tit 2:1-2*), wanita yang sudah tua (#/TB Tit 2:3-4*), wanita yang masih muda (#/TB Tit 2:4-5), para pemuda (Tit 2:6-8*), dan para budak (#/TB Tit 2:9- 10*).

(4) Akhirnya, Paulus menekankan bahwa kebajikan dan kehidupan yang benar adalah buah yang perlu dari iman yang sejati (#/TB Tit 1:16; 2:7,14*; #/TB Tit 3:1,8,14; bd. Yak 2:14-26*).




CIRI KHAS

Tiga ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini berisi dua ringkasan klasik mengenai sifat sesungguhnya dari keselamatan dalam Kristus Yesus (#/TB Tit 2:11-14; 3:4-7*).

(2) Surat ini menekankan bahwa gereja dan pelayanannya harus dibangun di atas landasan rohani, teologis dan etis yang sangat kuat.

(3) Surat ini berisi salah satu dari dua daftar panjang yang menyebutkan syarat yang harus dipenuhi pemimpin dalam pelayanan gerejani (#/TB Tit 1:5-9; bd. #/TB 1Tim 3:1-13*).


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - TITUS


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

2 Timotius

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Bertekun dengan Ketabahan
Tanggal Penulisan: Sekitar tahun 67

Inilah surat terakhir Paulus. Pada saat menulis surat ini, kaisar Nero sedang berusaha untuk menghentikan perkembangan kekristenan di Roma dengan penganiayaan yang bengis terhadap orang percaya; Paulus sekali lagi menjadi tahanan negara di Roma ( 2Tim 1:16*). Dia menderita kekurangan sebagai seorang penjahat biasa (2Tim 2:9*), ditinggalkan oleh kebanyakan sahabatnya ( 2Tim 1:15*), dan sadar bahwa pelayanannya sudah berakhir dan kematiannya sudah dekat ( 2Tim 4:6-8,18*;
Lihat "PENDAHULUAN SURAT 1TIMOTIUS"

untuk pembahasan yang lebih lanjut mengenai latar belakang dan kepenulisan). Paulus menulis kepada Timotius sebagai "anakku yang kekasih" ( 2Tim 1:2*) dan teman sekerja yang setia (bd. Rom 16:21*). Hubungan yang erat serta kepercayaannya terhadap Timotius dilihat dalam halnya Paulus menyebutkan Timotius ikut terlibat dalam mengirimkan enam buah surat, kehadiran Timotius dengan Paulus dalam tahanan yang pertama (Fili 1:1; Kol 1:1; File 1:1*) dan kedua surat pribadi kepadanya. Pada saat Paulus menghadapi kemungkinan dihukum mati adalah dekat, dua kali ia minta Timotius menemaninya di Roma (2Tim 4:9,21*). Ketika Paulus mengirim surat kedua ini, Timotius masih berada di Efesus (2Tim 1:18; 4:19*).


TUJUAN


Karena mengetahui bahwa Timotius pemalu serta menghadapi kesukaran, dan karena menyadari akan kemungkinan penganiayaan berat dari luar gereja dan adanya guru-guru palsu di dalam gereja, Paulus menasihatkan Timotius agar dia memelihara Injil, memberitakan Firman Allah, menanggung kesukaran dan melaksanakan tugas-tugasnya.




SURVEI

Dalam pasal 1; (#/TB 2Tim 1:1-18*) Paulus meyakinkan Timotius tentang kasih dan doanya yang tetap sambil mendorong dia untuk tetap setia tanpa berkompromi tehadap Injil, memelihara kebenaran dengan tekun dan mengikuti teladannya.

Dalam pasal 2; (#/TB 2Tim 2:1-26*) Paulus menugaskan anak rohaninya untuk tetap memelihara iman dengan mempercayakan kebenarannya kepada orang lain yang dapat dipercayai untuk mengajarkannya kepada orang lain (#/TB 2Tim 2:2*). Paulus menasihati gembala yang muda ini untuk menanggung kesukaran seperti prajurit yang baik (#/TB 2Tim 2:3*), melayani Allah dengan rajin dan memberitakan firman kebenaran dengan tepat (#/TB 2Tim 2:15*), memisahkan diri dari mereka yang meninggalkan kebenaran rasuli (#/TB 2Tim 2:18-21), memelihara kemurniannya (2Tim 2:22*) dan bekerja dengan tekun sebagai guru (#/TB 2Tim 2:23-26*).

Dalam pasal berikutnya Paulus mengingatkan Timotius bahwa kejahatan dan kemurtadan akan meningkat (#/TB 2Tim 3:1-9*), tetapi Timotius harus tetap setia kepada iman yang diwarisinya dan kepada Alkitab (#/TB 2Tim 3:10-17*).

Dalam pasal terakhir Paulus menugaskan Timotius untuk memberitakan Firman serta melaksanakan semua tugas pelayanannya (#/TB 2Tim 4:1-5*). Paulus menutup surat ini dengan memberitahukan Timotius tentang keadaan dirinya pada saat dia menghadapi kematian, sambil memohon Timotius datang dengan cepat (#/TB 2Tim 4:6-22*).




CIRI KHAS

Lima ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini berisi perkataan terakhir Paulus yang ditulis sebelum pelaksanaan hukum mati oleh kaisar Nero di Roma hampir 35 tahun setelah pertobatannya kepada Kristus di jalan ke Damsyik.

(2) Surat ini berisi pernyataan yang paling terang dalam Alkitab mengenai pengilhaman dan tujuan ilahi Alkitab (#/TB 2Tim 3:16-17*): Paulus menekankan bahwa Alkitab harus ditafsirkan dengan cermat oleh pelayan-pelayan Firman (#/TB 2Tim 2:15*) dan mendorong penyerahan Firman Allah kepada orang yang dapat dipercayai yang kemudian dapat mengajar orang lain (#/TB 2Tim 2:2*).

(3) Sepanjang surat ini muncul nasihat-nasihat pendek tetapi tepat misalnya, "mengobarkan karunia Allah" (#/TB 2Tim 1:6*), "janganlah malu" (#/TB 2Tim 1:8*), "menderita bagi Injil-Nya" (#/TB 2Tim 1:8*), "Peganglah  …  ajaran yang sehat" (#/TB 2Tim 1:13*), "peliharalah harta yang indah" (#/TB 2Tim 1:14*), "jadilah kuat oleh kasih karunia" (#/TB 2Tim 2:1*), "ikutlah menderita" (#/TB 2Tim 2:3*), "memberitakan perkataan kebenaran" (#/TB 2Tim 2:15*), "hindarilah" (#/TB 2Tim 2:16*), "jauhilah  …  kejarlah" (#/TB 2Tim 2:22*), berhati-hatilah terhadap kemurtadan yang mendekat (#/TB 2Tim 3:1-9*), "tetap berpegang kepada kebenaran" (#/TB 2Tim 3:14*), "beritakanlah Firman" (#/TB 2Tim 4:2*), "lakukanlah pekerjaan pemberita Injil" (#/TB 2Tim 4:5*), "tunaikanlah tugas pelayananmu" (#/TB 2Tim 4:5*).

(4) Tema yang berulang-ulang dari banyak nasihatnya adalah untuk berpegang pada iman (Yesus Kristus dan Injil asli dari rasul-rasul), jagalah iman itu dari pemutarbalikan dan kerusakan, menentang guru palsu, dan beritakan Injil yang benar dengan ketekunan yang teguh.

(5) Kesaksian terakhir Paulus adalah suatu contoh yang mengharukan dari keberanian dan harapan ketika menghadapi mati syahid yang sudah pasti (#/TB 2Tim 4:6-8*).
Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 2 Timotius


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

1 TIMOTIUS

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Doktrin yang Benar dan Kesalehan
Tanggal Penulisan: Sekitar tahun 65 M

Surat 1 dan 2 Timotius dan Titus  —  biasanya disebut sebagai "Surat-Surat Penggembalaan," adalah surat-surat dari Paulus (#/TB 1Tim 1:1; 2Tim 1:1*; #/TB Tit 1:1*) kepada Timotius (di Efesus) dan Titus (di Kreta) mengenai pelayanan pastoral di gereja. Beberapa pengeritik telah mempersoalkan kepenulisan Paulus atas surat ini, namun gereja mula-mula dengan tegas menempatkannya sebagai surat-surat Paulus yang asli. Walaupun ada perbedaan gaya penulisan dan kosakata dalam Surat-Surat Penggembalaan dibanding dengan surat kiriman lain dari Paulus, usia lanjut dan perhatian pribadi Paulus terhadap pelayanan Timotius dan Titus dapat menerangkan perbedaan ini dengan cukup menyakinkan.

Paulus menulis surat 1 Timotius sesudah peristiwa-peristiwa yang tercantum dalam pasal terakhir Kisah Para Rasul. Hukuman penjara yang pertama kali dialami Paulus di Roma (#/TB Kis 28:1-30*) rupanya berakhir dengan kebebasan (#/TB 2Tim 4:16-17*).

Setelah itu, menurut keterangan Klemens dari Roma (sekitar tahun 96 M) dan Kanon Muratoria (sekitar tahun 170 M), Paulus meninggalkan Roma menuju ke arah barat ke Spanyol dan di sana melaksanakan pelayanan yang sudah lama dicita-citakannya (bd. #/TB Rom 15:23-24,28*). Berdasarkan data dalam Surat-Surat Penggembalaan ini, Paulus kemudian kembali ke daerah Laut Aegea (khususnya Kreta, Makedonia, dan Yunani) untuk pelayanan selanjutnya. Sementara waktu ini (sekitar tahun 64-65 M), Paulus menugaskan Timotius sebagai wakil rasuli untuk melayani di Efesus, dan Titus di Kreta. Dari Makedonia, Paulus menulis surat yang pertama kepada Timotius, dan beberapa waktu kemudian dia menulis kepada Titus. Setelah itu, Paulus kembali ditawan di Roma, ketika dia menulis surat yang kedua kepada Timotius, tidak lama sebelum dia mati syahid pada tahun 67/68 M (lihat #/TB 2Tim 4:6-8*; juga Lihat "PENDAHULUAN SURAT 2TIMOTIUS" ).
TUJUAN

Paulus mempunyai tiga maksud ketika menulis surat ini:

(1) menasihati Timotius sendiri mengenai kehidupan pribadi dan pelayanannya;

(2) mendorong Timotius untuk mempertahankan kemurnian Injil dan standarnya yang kudus dari pencemaran oleh guru palsu; dan

(3) memberikan pengarahan kepada Timotius mengenai berbagai urusan dan persoalan gereja di Efesus.




SURVAI


Salah satu hal utama yang disampaikan Paulus kepada pembantu mudanya ialah supaya Timotius tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang sejati dan membuktikan kesalahan ajaran palsu yang melemahkan kuasa Injil yang menyelamatkan (#/TB 1Tim 1:3-7; 4:1-8; 6:3-5,20-21*). Paulus juga menginstruksikan Timotius mengenai syarat-syarat kerohanian dan sifat bagi para pemimpin gereja dan memberikan gambaran tersusun dari macam orang yang diizinkan menjadi pemimpin rohani gereja (lih. daftar syarat terperinci di garis besar).

Antara lain, Paulus menasihatkan Timotius bagaimana bergaul dengan berbagai kelompok dalam jemaat, seperti perempuan (#/TB 1Tim 2:9-15; 5:2*), janda-janda (#/TB 1Tim 5:3-16), orang laki-laki tua dan muda (1Tim 5:1*), para penatua (#/TB 1Tim 5:17-25), budak (1Tim 6:1-2*), guru palsu (#/TB 1Tim 6:3-10) dan orang kaya (1Tim 6:17-19*). Paulus memberikan lima instruksi jelas kepada Timotius yang harus dilaksanakannya (#/TB 1Tim 1:18-20; 3:14-16; 4:11-16; 5:21-25; 6:20-21*). Di dalam surat ini Paulus menyatakan kasih sayangnya kepada Timotius sebagai anak rohaninya dalam iman dan mengajukan suatu standar kesalehan yang tinggi untuk kehidupannya dan untuk gereja.
CIRI KHAS

Empat ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini yang dialamatkan langsung kepada Timotius sebagai wakil Paulus di jemaat Efesus, sangat pribadi dan ditulis dengan emosi dan perasaan yang mendalam.

(2) Bersama dengan surat 2 Timotius, maka lebih dari surat PB lainnya surat ini menekankan tanggung jawab pendeta untuk memelihara Injil agar tetap murni dan bebas dari ajaran palsu yang akan melemahkan kuasanya untuk menyelamatkan.

(3) Surat ini menekankan nilai unggul dari Injil, pengaruh setan di belakang semua pencemaran, panggilan gereja yang kudus dan syarat tinggi yang ditetapkan Allah bagi para pemimpinnya.

(4) Surat ini memberikan pedoman yang paling lengkap dalam PB mengenai bagaimana seorang gembala harus berhubungan secara patut dengan pria dan wanita serta dengan semua kelompok usia dan sosial dalam gereja.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 1 TIMOTIUS


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

2 TESALONIKA

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Kedatangan Kristus
Tanggal Penulisan: Sekitar 51 atau 52 M

Ketika surat ini ditulis, situasi jemaat Tesalonika sama saja dengan ketika ia menulis surat yang pertama
(Lihat "PENDAHULUAN SURAT 1TESALONIKA" ).

Oleh karena itu, mungkin surat ini ditulis beberapa bulan saja setelah surat pertama ketika Paulus masih bekerja di Korintus bersama Silas dan Timotius (#/TB 2Tes 1:1; bd. #/TB Kis 18:5*). Rupanya ketika diberi tahu mengenai penerimaan surat pertama dan beberapa perkembangan baru di tempat itu, Paulus tergerak untuk menulis surat kedua ini.



TUJUAN


Tujuan Paulus mirip dengan tujuan penulisan surat yang pertama:

(1) menghibur orang percaya baru yang dianiaya;

(2) menasihatkan mereka untuk hidup berdisiplin dan bekerja untuk mencari nafkah; dan

(3) memperbaiki beberapa kepercayaan yang keliru tentang peristiwa akhir zaman yang berkaitan dengan "Hari Tuhan" (#/TB 2Tes 2:2*).




SURVEI

Jikalau hubungan Paulus dengan jemaat Tesalonika dari surat yang pertama bernada seorang perawat lembut yang merawat anak-anak kecil (1Tes 2:7*), dalam surat ini nadanya lebih seperti bapa yang mendisiplin anak-anak yang kurang tertib dan memperbaiki jalannya (2Tes 3:7-12*; bd. 1Tes 2:11*). Namun demikian Paulus memuji mereka karena iman yang teguh dan mendorong mereka lagi untuk tetap setia dalam penganiayaan yang mereka hadapi (2Tes 1:3-7*).

Bagian utama surat ini membahas hari Tuhan pada akhir zaman (2Tes 2:1-12; bd. 2Tes 1:6-10). Dari 2Tes 2:2* tampaknya bahwa beberapa orang dalam jemaat menyatakan, entah melalui "nubuat" (suatu penyataan), "laporan" (berita lisan) atau "surat" (katanya dari Paulus) bahwa masa kesengsaraan besar dan hari Tuhan sudah mulai. Paulus memperbaiki salah paham ini dengan mengatakan bahwa tiga peristiwa penting akan menandai tibanya hari Tuhan (#/TB 2Tes 2:2*);

(1) akan terjadi kemurtadan dan pemberontakan besar (#/TB 2Tes 2:3*);

(2) Penahanan yang ditentukan Allah terhadap kejahatan akan diangkat (2Tes 2:6-7*) dan

(3) "manusia durhaka" akan dinyatakan (2Tes 2:3-4,8-12*).Paulus menegur mereka di dalam gereja yang mempergunakan penantian akan kedatangan Kristus ini sebagai alasan untuk tidak bekerja. Ia mendorong semua orang percaya untuk hidup dengan rajin dan disiplin (#/TB 2Tes 3:6-12*).
CIRI KHAS

Tiga ciri utama menandai surat ini,

(1) Surat ini berisi bagian yang paling lengkap dalam PB mengenai pelanggaran hukum yang tanpa kendali dan penipuan pada akhir sejarah (#/TB 2Tes 2:3-12*).

(2) Penghakiman Allah yang adil akan menyertai kedatangan kedua Kristus digambarkan dengan istilah apokaliptis, mirip dengan kitab Wahyu (#/TB 2Tes 1:6-10; 2:8*).

(3) Kitab ini memakai istilah-istilah eskatologi untuk Antikristus yang tidak digunakan di bagian Alkitab yang lain (#/TB 2Tes 2:3,8*).


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 2 TESALONIKA


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

1 TESALONIKA

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Kedatangan Kristus
Tanggal Penulisan: Sekitar 51 M

Tesalonika terletak sekitar seratus enam puluh kilometer di sebelah barat daya Filipi; kota ini adalah ibu kota dan pelabuhan yang paling terkemuka dari Makedonia, sebuah propinsi Romawi. Di antara penduduk yang berjumlah sekitar 200.000 jiwa adalah masyarakat Yahudi yang kuat. Ketika Paulus mendirikan gereja Tesalonika pada perjalanan misionernya yang kedua, pelayanannya yang berhasil di wilayah itu dihentikan sebelum waktunya karena permusuhan kalangan Yahudi (#/TB Kis 17:1-9*).

Karena terpaksa meninggalkan Tesalonika, Paulus pergi ke Berea di mana sekali lagi pelayanan singkat yang berhasil dihentikan oleh penganiayaan yang timbul karena orang Yahudi yang mengikuti dia dari Tesalonika (Kis 17:10-13). Kemudian Paulus pergi ke Atena (Kis 17:15-34*), di mana Timotius bergabung dengannya. Paulus mengutus Timotius kembali ke Tesalonika untuk menyelidiki keadaan jemaat yang masih muda itu (#/TB 1Tes 3:1-5) sedangkan Paulus pergi ke Korintus (Kis 18:1-17*). Setelah menyelesaikan tugasnya, Timotius pergi ke Korintus untuk melaporkan pada Paulus mengenai gereja di Tesalonika (1Tes 3:6-8*). Sebagai tanggapan atas laporan Timotius, Paulus menulis surat ini, mungkin tiga sampai enam bulan setelah gereja itu dimulai.


TUJUAN


Karena Paulus terpaksa meninggalkan Tesalonika dengan tiba-tiba karena penganiayaan, orang yang baru bertobat itu hanya menerima sedikit pendidikan mengenai kehidupan Kristen. Ketika Paulus mengetahui dari Timotius mengenai keadaan mereka saat itu, dia menulis surat ini

(1) untuk mengungkapkan sukacitanya tentang keteguhan iman dan ketekunan mereka di tengah-tengah penganiayaan,

(2) untuk mengajar mereka lebih jauh tentang kekudusan dan kehidupan yang saleh, dan

(3) untuk menerangkan beberapa kepercayaan, khususnya mengenai status orang percaya yang telah mati sebelum Kristus datang kembali.
SURVEI


Setelah memberi salam kepada jemaat itu (#/TB 1Tes 1:1*), Paulus dengan sukacita memuji jemaat Tesalonika atas semangat dan iman mereka yang tabah di tengah segala penderitaan (#/TB 1Tes 1:2-10; 2:13-16*). Paulus menanggapi kecaman dengan mengingatkan mereka akan kemurnian motivasinya (#/TB 1Tes 2:1-6*), kesungguhan kasih dan perhatiannya terhadap mereka (#/TB 1Tes 2:7-8,17-20; 3:1-10*), serta kelakuannya yang jujur di tengah mereka (#/TB 1Tes 2:9-12*).

Paulus menekankan perlunya dan pentingnya kekudusan dan kuasa dalam kehidupan Kristen. Orang percaya harus kudus (#/TB 1Tes 3:13; 4:1-8*; #/TB 1Tes 5:23-24*), dan Injil harus disertai kuasa dan penyataan Roh Kudus (#/TB 1Tes 1:5*). Paulus mendorong jemaat itu supaya jangan mereka memadamkan api Roh dengan meremehkan penyataan-Nya, khususnya nubuat (#/TB 1Tes 5:19-20*).

Tema yang menonjol adalah kedatangan Kristus untuk membebaskan umat-Nya dari murka Allah di atas muka bumi ini (#/TB 1Tes 1:10; 4:13-18; 5:1-11*). Rupanya beberapa anggota jemaat sudah meninggal sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai keikutsertaan mereka dalam keselamatan terakhir yang akan dinyatakan ketika Tuhan datang. Oleh karena itu, Paulus menerangkan rencana Allah bagi orang kudus yang sudah dipanggil pulang bila Kristus kembali bagi gereja-Nya (#/TB 1Tes 4:13-18*) dan menasihatkan mereka yang masih hidup tentang pentingnya kesiagaan ketika Kristus datang (#/TB 1Tes 5:1-11*). Paulus menutup surat ini dengan berdoa untuk kekudusan dan pemeliharaan mereka (#/TB 1Tes 5:23-24*).




CIRI KHAS


Empat ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini adalah salah satu dari kitab-kitab PB yang pertama ditulis.

(2) Itu berisi bagian-bagian penting mengenai orang-orang kudus yang sudah mati yang dibangkitkan oleh Allah ketika Kristus kembali untuk mengangkat gereja (#/TB 1Tes 4:13-18*) dan tentang "hari Tuhan" (#/TB 1Tes 5:1-11*).

(3) Kelima pasal ini berisi petunjuk tentang kedatangan Kristus dan artinya bagi orang percaya (#/TB 1Tes 1:10; 2:19; 3:13; 4:13-18; 5:1-11,23*).

(4) Surat ini memberikan wawasan yang unik

(a) mengenai kehidupan gereja tahun 50-an yang belum dewasa tetapi penuh semangat dan

(b) mengenai mutu pelayanan Paulus sebagai perintis pemberitaan Injil.


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - 1 TESALONIKA


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

KOLOSE

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Keunggulan Kristus
Tanggal Penulisan: Sekitar 62 TM


Kota Kolose terletak dekat Laodikia (bd. #/TB Kol 4:16*) di bagian barat daya Asia Kecil, kira-kira 160 kilometer tepat di sebelah timur kota Efesus. Agaknya jemaat Kolose telah didirikan sebagai akibat tiga tahun pelayanan yang luar biasa dari Paulus di Efesus (#/TB Kis 20:31*). Pengaruh pelayanannya begitu luar biasa dan luas jangkauannya sehingga "semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani" (#/TB Kis 19:10*). Walaupun Paulus sendiri mungkin tidak pernah mengunjungi Kolose (#/TB Kol 2:1*), ia telah memelihara hubungannya dengan gereja itu melalui Epafras, seorang yang bertobat di bawah pelayanannya dan rekan kerjanya dari Kolose (#/TB Kol 1:7; 4:12*).


Alasan untuk menulis surat ini adalah munculnya ajaran palsu yang mengancam masa depan rohani jemaat Kolose (#/TB Kol 2:8*). Ketika Epafras, seorang pemimpin dalam gereja Kolose dan boleh jadi pendirinya, mengadakan perjalanan untuk mengunjungi Paulus dan memberitahukan tentang situasi di Kolose (#/TB Kol 1:8; 4:12*), Paulus menanggapinya dengan menulis surat ini. Pada waktu itu ia berada dalam tahanan (#/TB Kol 4:3,10,18*), mungkin sekali di Roma (#/TB Kis 28:16-31*) sambil menantikan naik bandingnya kepada Kaisar (#/TB Kis 25:11-12*). Rekan Paulus, Tikhikus sendiri membawa surat ini ke Kolose atas nama Paulus (#/TB Kol 4:7*).


Sifat yang tepat dari ajaran palsu yang terdapat di Kolose ini tidak diuraikan dengan jelas dalam surat ini, karena para pembaca yang mula- mula sudah memahaminya dengan baik. Akan tetapi dari berbagai pernyataan Paulus yang menentang ajaran palsu itu, nyatalah bahwa bidat yang hendak meruntuhkan dan menggantikan Yesus Kristus sebagai inti kepercayaan Kristen adalah suatu campuran yang aneh yang terdiri atas ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi tertentu di luar Alkitab dan filsafat kafir (serupa dengan campuran kultus-kultus dewasa ini).


TUJUAN


Paulus menulis


(1) untuk memberantas ajaran palsu yang berbahaya di Kolose yang sedang menggantikan keunggulan Kristus dan kedudukan-Nya sebagai inti dalam ciptaan, penyataan, penebusan, dan gereja; dan

(2) untuk menekankan sifat sebenarnya dari hidup baru di dalam Kristus dan tuntutannya pada orang percaya.



SURVEI


Setelah menyampaikan salam jemaat dan mengungkapkan rasa syukur karena iman, kasih, dan pengharapan mereka, dan karena mereka terus-menerus maju sebagai orang percaya, maka Paulus memusatkan perhatian pada dua pokok persoalan yang penting: ajaran yang betul (#/TB Kol 1:13-2:23*) dan nasihat-nasihat praktis (#/TB Kol 3:1-4:6*).

Dari segi teologi, Paulus menekankan sifat sejati dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan (#/TB Kol 1:15*), kepenuhan ke-Allahan dalam bentuk jasmaniah (#/TB Kol 2:9*), Pencipta segala sesuatu (#/TB Kol 1:16-17), kepala gereja (Kol 1:18*) dan sumber yang serba cukup dari keselamatan kita (#/TB Kol 1:14,20-22*). Kristus benar-benar memadai, sedangkan bidat di Kolose itu sama sekali tidak memadai  —  hampa, palsu, dan bersifat kemanusiaan (#/TB Kol 2:8*); dangkal secara rohani dan angkuh (#/TB Kol 2:18*); serta tanpa kuasa terhadap keinginan-keinginan berdosa dari tubuh (#/TB Kol 2:23*)

Dalam nasihat-nasihat praktisnya, Paulus mengimbau agar hidup ini didasarkan pada kecukupan dari Kristus sebagai satu-satunya cara untuk maju dalam kehidupan Kristen. Realitas Kristus yang hidup di dalam kita (Kol 1:27*) harus tampak dalam perilaku Kristen (Kol 3:1-17*), hubungan rumah tangga ( Kol 3:18-4:1) dan disiplin rohani (#/TB Kol 4:2-6*).
CIRI KHAS


Tiga ciri utama menandai surat ini.

(1) Kolose memusatkan perhatian pada kebenaran rangkap dua dari keutamaan Kristus dan kesempurnaan orang percaya di dalam Dia, bahkan lebih dari kitab- kitab lain dalam PB.

(2) Kitab ini dengan tegas meneguhkan kepenuhan ke-Allahan Kristus (#/TB Kol 2:9*) dan berisi salah satu bagian yang paling agung di PB mengenai kemuliaan- Nya (#/TB Kol 1:15-23*).

(3) Kitab ini sering dianggap sebagai "surat kembar" bersama kitab Efesus, karena keduanya mempunyai beberapa persamaan dalam hal isi dan ditulis kira-kira pada waktu yang sama (bd. Garis Besar dari kedua kitab ini).


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - KOLOSE


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

FILIPI

LATAR BELAKANG

Penulis: Paulus
Tema: Sukacita Dalam Hal Hidup bagi Kristus
Tanggal Penulisan: Sekitar 62/63 TM

Kota Filipi di Makedonia timur, yang letaknya enam belas kilometer dari pesisir Laut Aegea, dinamai menurut Raja Filipus II dari Makedon, ayah Aleksander Agung. Pada masa Paulus, kota ini sebuah kota Romawi dan pangkalan militer yang terkenal.

Gereja di Filipi didirikan oleh Paulus dan teman-teman sekerjanya (Silas, Timotius, Lukas) pada perjalanan misi yang kedua sebagai tanggapan terhadap penglihatan yang Allah berikan di Troas (#/TB Kis 16:9-40*). Suatu ikatan persahabatan yang kuat berkembang di antara rasul itu dan jemaat Filipi. Beberapa kali jemaat itu mengirim bantuan keuangan kepada Paulus (#/TB 2Kor 11:9; Fili 4:15-16*) dan dengan bermurah hati memberi kepada persembahan yang dikumpulkannya untuk orang Kristen yang berkekurangan di Yerusalem (bd. #/TB 2Kor 8:1-9:15*). Agaknya dua kali Paulus mengunjungi gereja ini pada perjalanan misinya yang ketiga (#/TB Kis 20:1,3,6*).



TUJUAN


Dari penjara (#/TB Fili 1:7,13-14*), kemungkinan besar di Roma (#/TB Kis 28:16-31*), Paulus menulis surat ini kepada orang percaya di Filipi untuk berterima kasih kepada mereka atas pemberian banyak yang baru-baru ini mereka kirim kepadanya dengan perantaraan Epafroditus (#/TB Fili 4:14-19*) dan untuk memberi kabar tentang keadaannya yang sekarang. Lagi pula, Paulus menulis untuk meyakinkan jemaat tentang keberhasilan maksud Allah dalam hukuman penjaranya (#/TB Fili 1:12-30*), menenangkan jemaat bahwa utusan mereka (Epafroditus) telah menunaikan tugasnya dengan setia dan tidak kembali kepada mereka sebelum waktunya (#/TB Fili 2:25-30*), dan untuk mendorong mereka untuk maju agar mengenal Tuhan dalam persatuan, kerendahan hati, persekutuan, dan damai sejahtera.
SURVEI

Surat Filipi tidak ditulis terutama untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan pertentangan dalam gereja seperti banyak surat Paulus yang lain. Nada utama surat ini ialah kasih sayang yang hangat dan penghargaan terhadap jemaat itu. Dari salamnya (#/TB Fili 1:1*) sampai ke doa berkat (#/TB Fili 4:23*), surat ini memusatkan perhatian pada Kristus Yesus sebagai tujuan hidup dan pengharapan orang percaya akan hidup kekal.

Dalam surat ini, Paulus memang berbicara mengenai tiga masalah kecil di Filipi:

(1) _Keputusasaan_ mereka karena masa hukumannya yang begitu lama (#/TB Fili 1:12-26*);

(2) benih-benih _perpecahan_ di antara dua orang wanita di dalam gereja (#/TB Fili 4:2; bd. Fili 2:2-4*); dan


(3) ancaman _ketidaksetiaan_ yang selalu ada dalam gereja oleh karena para penganut agama Yahudi dan orang-orang yang berpikiran duniawi (pasal 3; #/TB Fili 3:1-16*).


Karena ketiga masalah yang potensial ini, kita mempunyai ajaran Paulus yang paling kaya mengenai

(1) sukacita di tengah-tengah segala keadaan hidup (mis. #/TB Fili 1:4,12; 2:17-18; 4:4,11-13*),

(2) kerendahan hati dan pelayanan Kristen (#/TB Fili 2:1-18*), dan

(3) nilai pengenalan akan Kristus yang melebihi segala sesuatu (pasal 3; #/TB Fili 3:1-16*).




CIRI KHAS

Lima ciri utama menandai surat ini.

(1) Sifatnya sangat pribadi dan penuh kasih sayang, serta mencerminkan hubungan akrab Paulus dan orang percaya di Filipi.

(2) Sangat memusatkan perhatian kepada Kristus, serta mencerminkan hubungan dekat Paulus dengan Kristus (mis. #/TB Fili 1:21; 3:7-14*).

(3) Memberikan salah satu pernyataan yang paling mendalam mengenai Kristologi dalam Alkitab (#/TB Fili 2:5-11*).

(4) Merupakan terutama suatu "surat sukacita" PB.

(5) Menyajikan standar kehidupan Kristen yang sangat kuat, termasuk hidup dengan rendah hati dan sebagai seorang hamba (#/TB Fili 2:1-8*), berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan (#/TB Fili 3:13-14*), bersukacita selalu di dalam Tuhan (#/TB Fili 4:4*), mengalami kebebasan dari kecemasan (#/TB Fili 4:6*), merasa senang dalam segala keadaan (#/TB Fili 4:11*), dan melakukan segala hal karena kasih karunia Kristus yang memberi kekuatan (#/TB Fili 4:13*).


Sumber: SABDA (OLB versi Indonesia) 4.1 (Unicode)
READ MORE - FILIPI


Kekasih TUHAN !!!
Jadilah Berkat, Dengan Membagikan Semua Artikel Ini
Kepada Teman-Teman Anda.
TUHAN YESUS Memberkati Kita Semua,
AMIN

wibiya widget

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis